-
Koper mencurigakan di dekat Gedung Chrysler memicu evakuasi darurat warga di Manhattan.
-
Anjing pelacak NYPD menemukan indikasi bahaya sebelum Tim Jinak Bom diturunkan.
-
Insiden terjadi di tengah pengetatan keamanan untuk Sidang Majelis Umum PBB.
Suara.com - Kepolisian New York menginstruksikan evakuasi darurat bagi seluruh penghuni Gedung Chrysler setelah mendeteksi keberadaan koper tak dikenal di trotoar Manhattan yang diduga berisi bom. Penemuan benda asing ini terjadi di tengah pengetatan pengamanan kawasan akibat berlangsungnya Sidang Majelis Umum PBB.
Unit anjing pelacak NYPD mengendus indikasi bahaya dari dalam koper yang tergeletak di persimpangan Jalan East 43rd dan Third Avenue tersebut. Posisi lokasi penemuan ini hanya berjarak sekitar dua blok dari Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Guna mengantisipasi risiko ledakan, Tim Jinak Bom serta Unit Layanan Darurat NYPD langsung bergerak cepat mengamankan area sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Langkah penanganan ini juga mendapat pengawalan ketat dari sejumlah agen kementerian/lembaga federasi Amerika Serikat.
Otoritas kepolisian mengambil tindakan preventif dengan mengosongkan area pencakar langit berarsitektur art deco tersebut selama proses investigasi berlangsung.
"Gedung Chrysler dievakuasi sebagai tindakan pencegahan sementara pihak berwenang memeriksa koper tersebut," demikian laporan dari Reuters.
Petugas teknis memfokuskan sterilisasi pada area pejalan kaki di dekat gedung ikonik tersebut untuk memastikan keselamatan publik. Tim spesialis penanganan bahan peledak melakukan pemeriksaan mendalam terhadap objek mencurigakan tersebut secara hati-hati.
Pengetatan perimeter keamanan di seluruh wilayah Manhattan sebenarnya telah diberlakukan sejak dimulainya rangkaian agenda sidang tahunan dunia. Kehadiran para kepala negara dan delegasi internasional di kawasan PBB menuntut kewaspadaan tingkat tinggi dari aparat gabungan.
Peristiwa ini sempat memicu kemacetan lalu lintas dan kepanikan warga di pusat kota New York sebelum area dinyatakan aman. Langkah evakuasi darurat berakhir setelah tim ahli memastikan status ancaman di lapangan.