Suara.com - Banyak orang mengnggap bahwa aroma makanan atau masakan bisa merangsang rasa lapar. Tapi, penelitian terbaru membuktikan bahwa mencium aroma makanan ternyata malah bisa membantu menurunkan nafsu makan.
Hal ini membuktikan indra penciuman sangat berpengaruh besar terhadap pilihan makanan, dan peneliti berhasil membuktikan mencium aroma makanan lebih lama bisa mengendalikan nafsu makan.
Mengutip Insider, Sabtu (28/8/2021), penelitian ini dilakukan oleh para peneliti di University of South Florida dan diterbitkan dalam Journal of Marketing Research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin lama seseorang mencium aroma makanan yang diidamkan, justru bisa mengurangi keinginan untuk mengonsumsinya.
"Sistem penciuman dan pengecapan (indra perasa) saling berhubungan dan otak tidak bisa membedakan antara rangsangan yang didapatkan dari sistem sensorik berbeda," ujar peneliti utama Dipayan Biswas.
Sehingga otak tidak bisa membedakan apakah tubuh kenyang oleh indra pengecapan atau indra penciuman. Sehingga saat hanya indra penciuman yang bekerja menghirup aroma makanan, dianggap bahwa makanan sudah dikonsumsi oleh tubuh.
Dalam penelitian ini, Biswas memasang alat penguap atau pewangi di sebuah ruangan yang memancarkan aroma makanan ringan yang secara berkala diganti dengan aroma makanan yang berbeda.
Penelitian ini dilakukan di departemen store dan kafe, dan peserta yang menghirup aroma tersebut harus bisa menilai apakah aroma mempengaruhi selera makan meraka.
Hasilnya, meraka yang mencium aroma makanan seperti pizza atau kue selama 30 detik cenderung memiliki nafsu makan yang lebih besar dibandingkan mereka yang menghirup aroma selama dua menit. Bahkan beberapa malah ingin jadi ingin mengonsumsi makanan ringan seperti apel dan stroberi.
Ini terjadi karena tubuh tidak bisa membedakan apakah hanya mencium aroma makanan atau benar-benar memakannya. Sehingga, saat ingin menahan godaan camilan, maka cobalah tahan selama dua menit, tarik napas, dan nikmati aromanya.
Baca Juga: Sering Jadi Omongan, Marshanda Ungkap Alasan Berat Badannya Naik Banyak
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Energi Bersih Tak Cukup Ramah Lingkungan, Tetapi Juga Harus Bisa Dipercaya
-
Siapa Owner Parfum Scarlett? Ini Profil Pemilik Parfum Terlaris di Indonesia
-
4 Bedak Tabur Lokal Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan di Wajah dan Harga Terjangkau
-
Apakah Ukuran Sepatu Lari Harus Pas? Ini Penjelasan yang Benar
-
Tahan Perubahan Iklim dan Kaya Gizi, Bisakah Sukun Menjadi Superfood Lokal Indonesia?
-
MPLS Pakai Baju Apa? Ini Pakaian yang Harus Dihindari untuk Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah
-
5 Sepatu Lari Lokal Rekomendasi dr Tirta, Ada Full Cushion hingga Carbon Plate
-
Blush On Viva Apakah Sudah BPOM? Cek Review Jujur Perona Pipi Legendaris Rp6 Ribuan
-
Apakah Kacamata Anti Radiasi Efektif Mencegah Mata Minus dan Lelah? Dokter Bongkar Faktanya!
-
Apakah Parfum Scarlett Boleh Dipakai Sholat? Pahami Kandungannya