Suara.com - Perubahan perilaku akibat pandemi Covid-19 tidak hanya pada gaya hidup dan keseharian.
Aplikasi perjalanan Agoda mencatat, perubahan perilaku juga dialami oleh wisatawan Indonesia. Temuan ini tertuang dalam laporan bertajuk 'Travel in 2021'.
“Untuk wisatawan Indonesia ada tren pada masa pandemi. Hasil survei teratas menunjukkan bahwa orang yang bepergian saat ini lebih banyak melakukan perjalanan singkat, artinya ada kecenderungan staycation seperti yang selama ini sudah kita kenal,” kata Senior Country Director Agoda Indonesia Gede Gunawan saat diskusi virtual.
“Staycation ini, misalnya, wisatawan yang berada di pulau Jawa maka hanya akan travelling di pulau Jawa dengan durasi destinasi yang pendek,” tambah Gunawan.
Jika dirinci, survei menunjukkan tiga tren teratas, di antaranya 42 persen orang Indonesia cenderung melakukan perjalanan singkat, 37 persen responden ingin mengeksplorasi tujuan wisata lokal yang baru, dan 30 persen ingin mencari pengalaman sebagai bagian dari akomodasi mereka.
“Ada hal yang menarik dari survei bahwa wisatawan Indonesia saat ini juga sangat gemar menjelajahi destinasi-destinasi lokal baru. Kalau dulu, misalnya, wisatawan hanya terpaku berkunjung ke Pantai Kuta yang sangat populer di Bali, sekarang mungkin mereka akan menjelajahi destinasi-destinasi baru, baik yang masih di Bali maupun di tempat-tempat lain,” ujar Gunawan.
Tidak berhenti sampai di situ, dua tren sisanya menunjukkan 29 persen responden menggunakan situs perjalanan online seperti Agoda untuk booking perjalanan dan 27 persen orang Indonesia memperlakukan akomodasi sebagai destinasi, bukan hanya tempat untuk beristirahat.
“Uniknya, pelanggan di Indonesia saat ini menjadikan akomodasi sebagai tujuan destinasi. Jadi, akomodasi atau hotel itu bukan hanya menjadi tempat penginapan, tetapi lebih dari itu,” tuturnya.
Gunawan mengatakan pada masa sebelumnya hotel merupakan basis wisatawan untuk menjelajahi wilayah lokal, terutama bagi wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Masih Ada Wisatawan Bandel, Pemkab Pangandaran akan Evaluasi Pembukaan Objek Wisata
Kini, pengunjung domestik dan staycation telah mendominasi rencana perjalanan. Kebanyakan orang ingin meningkatkan pengalaman akomodasi karena mereka mungkin lebih banyak menghabiskan waktu di hotel dan mencari hotel yang menyediakan hiburan fasilitas.
“Ini sangat menarik karena kalau dahulu orang-orang yang stay di hotel hanya ingin menginap saja. Tetapi sekarang kecenderungannya adalah hotel tersebut dijadikan sebagai destinasi dan dari sinilah mereka mulai menjelajah untuk mencari pengalaman baru hingga mengeksplorasi fasilitas hotel,” ujarnya.
“Di hotel, mereka mencari aktivitas tambahan atau sekadar kemewahan tambahan, seperti makanan dan minuman, paket spa, atau benefit untuk late check out. Cara orang menikmati liburan kini sudah berubah,” pungkas Gunawan. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta
-
Dari Tanggal Gajian hingga Destinasi Dekat, Ini 5 Tren Liburan Wisatawan Asia Tenggara 2026
-
Wisman Pengguna Kereta Api Capai 308.874 Orang pada Semester I 2026
-
Vietjet Bidik Wisatawan Muslim Indonesia
-
Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian