Suara.com - Setiap orang punya cerita sendiri dalam jatuh bangun membangun usaha tau bisnis. Bahkan, tidak jarang dari mereka yang sebelumnya bekerja dengan orang lain terlebih dahulu.
Ini seperti yang dilakukan Co-Founder Sang Pisang dan TernakKopi Ansari Kadir, yang menceritakan perjalanan bisnisnya dalam acara ShopeePay Talk Pasang Surut Pebisnis Pemula, Kamis (16/9/2021).
“Saya dulu pernah jadi Marketing di perusahaan Otomotif. Jadi saya memutuskan untuk menjadi pengusaha, tapi saya pernah gagal 12 kali,” ungkapnya.
“Saya tuh sempat melakukan bisnis sekaligus bekerja di perusahaan orang,” ungkap Ansari Kadir lebih lanjut.
Meski ia telah bekerja begitu lama, ia memberanikan diri untuk keluar dari zona nyaman. Akhirnya, ia mencoba membuka usaha dengan menjual makanan pisang goreng.
“Dan ternyata pisang goreng itu yang mengantarkan saya sampai sekarang. Juga mempertemukan saya dengan Mas Kaesang,” ungkapnya.
Walau kini telah berhasil, Ansari bercerita sempat mengalami masa jatuh bangunnya dalam berbisnis. Mulai uang habis, sempat bangkrut, dan hanya menyisakan uang sebesar Rp. 500.000.
“Jadi memang tidak ada yang instan. Dan dari uang lima ratus itu saya pakai buat jual pisang goreng,” ungkapnya.
Mengapa memilih pisang goreng? Ansari mengaku bahwa pisang goreng menjadi salah satu makanan lokal dengan citra khas Indonesia. Sebab, banyak orang yang mengonsumsi pisang goreng di rumah.
Baca Juga: Netizen Berhenti Beli Sang Pisang, Buntut Kaesang Ghosting Felicia Tissue
“Jadi itu local industry kita banget. Dan pisang itu adalah buah yang tidak ada musimnya. Jadi itu akan tetap terus ada,” ucapnya.
Dengan pisang goreng tersebut, lanjut Ansari, ia bisa membuat macam inovasi dan bernilai. Bahkan, ia mengaku usaha pisang goreng menjadi cara yang paling simpel.
“Saya berpikir hal yang paling simpel dulu. Jadi pikiran saya waktu itu adalah mencari sesuatu yang gampang dijual,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam