Suara.com - Kecanduan internet merupakan salah satu masalah yang banyak dialami oleh masyarakat modern. Untuk itu, dibutuhkan keinginan kuat untuk melakukan detoks internet seperti misalnya detoks bermain media sosial.
Dikatakan oleh pegiat media sosial Sofia Sari Dewi, dibutuhkan beberapa hal untuk mau dan bersedia melalukan detoks internet.
Berbicara salam acara webinar Gerakan Nasional Literasi Digital wilayah Yakuhimo, Papua, Selasa (5/10/2021) kemarin, berikut enam hal yang bisa Anda lakukan untuk mulai detoks internet!
- Memiliki tekat kuat untuk berubah.
- Batasi waktu bermain internet.
- Lakukan hobi offline yang seru.
- Luangkan waktu dengan orang terdekat.
- Hapus aplikasi yang dapat membuat kecanduan, perlakukan seperti liburan, dilakukan saat benar-benar luang.
- Gunakan internet dengan bijak dan sesuai kebutuhan.
Dalam acara yang sama, perempuan yang juga berprofesi sebagai desainer itu mengatakan batas maksimal penggunaan internet setiap hari.
Kata Sofia, sebagai seorang yang bergelut di dunia digital, ia biasa menggunakan internet selama 12 jam. Dari 12 jam itu, sisa 12 jam satu hari lainnya dibagi menjadi 6 jam istirahat dan 6 jam melakukan kegiatan offline.
"Selama 10 sampai 12 jam saya pakai internet. Tapi selain untuk bekerja, biasanya untuk ngobrol atau mencari hiburan menonton video,"
"Tapi dalam kurun waktu itu diselingi juga dengan hal lain. Misal tidur 6 jam dan meluangkan 6 jam dalam kegiatan offline seperti mandi, makan, bicara dengan saudara dan kerabat, memasak," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut