Berkaitan dengan kepentingan ekonomi, maka dua kelompok dagang Inggris yakni Virginia Company dan Virginia Company of Plymouth, meminta Kerajaan agar mendirikan pasar modal untuk membiayai kolonisasi di wilayah Amerika Utara.
Walau mengalami pasang surut, namun Koloni Virginia berhasil menjadi pusat ekonomi yang makmur dengan komoditas tembakau yang cukup terkenal, tembakau Virginia.
Kesuksesan ini kemudian memicu timbulnya daerah koloni yang baru di wilayah Amerika Utara. Hingga pertengahan abad ke-18, terdapat 13 Koloni Inggris di Amerika Utara.
Perang tujuh tahun di Amerika
Pada periode akhir abad ke-17, Prancis dan Inggris bersaing untuk menjadi penguasa terkuat di Amerika.
Hubungan antar kedua negara memang bersitegang, mengingat Inggris dan Prancis, pernah saling berperang pada tahun 1702-1713 dan 1744-1748.
Perang kemudian berakhir dengan perjanjian damai Aix-la-Chapelle pada tahun 1748.
Meski sudah berdamai tapi hubungan kembali renggang akibat perebutan kekuasaan. Benua Amerika, yang dianggap sebagai dunia baru dan akhirnya menjadi wilayah koloni bangsa Eropa, semakin padat penduduk dengan bertambahnya jumlah imigran.
Hal ini mengakibatkan terbatasnya sumber daya alam yang tidak tersebar merata di masing-masing koloni.
Hal inilah yang kemudian menjadi awal dari perebutan kekuasaan di masing-masing wilayah antara bangsa Eropa satu dengan lainnya. Puncaknya ialah Perang Tujuh Tahun yang terjadi antara Inggris dan Prancis pada tahun 1756-1763.
Baca Juga: Volvo Recall 460.000 Unit Kendaraan Karena Masalah Airbag
Selama berlangsung, Prancis dan Austria mendominasi peperangan dan diperkirakan akan memenangkan peperangan. Tetapi, sebuah titik balik terjadi ketika pasukan Prussia bersama Inggris berhasil memenangkan pertempuran di Rossbach.
Kemenangan ini menjadi peningkat moral untuk pasukan Inggris yang akhirnya berhasil menguasai jalannya peperangan. Perang lainnya yang dimenangkan yakni di wilayah Plassey, India, di Quebec, Kanada, berlanjut di Minden, Jerman pada tahun 1759, dan pada tahun 1760 berhasil merebut Montreal, Kanada.
Peristiwa the boston tea party
Pada 16 Desember 1773, terjadilah peristiwa paling iconic atau terkenal dalam sejarah revolusi Amerika yang disebut dengan The Boston Tea Party.
Singkatnya, peristiwa ini merupakan peristiwa protes dari warga koloni terhadap kesewenang-wenangan Inggris, termasuk tentang pajak teh. Hal ini dilakukan agar mereka tidak perlu membeli dan membayar pajak dari teh tersebut apabila telah mendarat dari pelabuhan Boston.
Peristiwa ini dimulai dari berlabuhnya tiga kapal milik East India Company yang bermuatan teh di pelabuhan Boston, Massachusetts.
Pada saat itu, sebuah kelompok dari rakyat koloni bernama Sons of Liberty menyamar menjadi para pekerja Indian. Mereka menyelinap masuk ke kapal, lalu membuang seluruh muatan teh ke laut.
Lalu yang terjadi selanjutnya, tentu saja Kerajaan Inggris marah besar dan mengeluarkan kebijakan bernama Intolerable Act pada tahun 1774.
Kebijakan ini membuat Masyarakat koloni bereaksi dan menentang dengan membuat pemerintahannya sendiri. Mereka menyatakan bukan lagi bagian dari Inggris. Hingga akhirnya, pecah perang skala besar.
Berikut peristiwa penting yang terjadi sepanjang perang Revolusi Amerika:
1. Pertempuran Lexington
Pertempuran ini meletus pada 19 April 1775 yang sekaligus menandakan awal mulanya terjadi peperangan terbuka antara 13 Koloni dengan Inggris.
Pertempuran ini terjadi karena pihak Raja George III mengabaikan hasil dari Kongres kontinental I. Pertempuran berlangsung pertama kali di Kota Lexington, kemudian pertempuran menjalar di Kota Concord, kemudian Boston.
2. Pertempuran Bunker Hill
Pada 17 Juni 1775, Meskipun tidak berpengalaman dalam perang, tentara Amerika berhasil menahan pasukan Inggris selama lebih dari dua jam di Breed's Hill.
Hal ini menunjukkan bahwa tentara Amerika tidak terintimidasi oleh ribuan pasukan Inggris. Dari 2.200 tentara berpengalaman Inggris, lebih dari 1.000 orang terluka berat dan gugur di medan pertempuran.
3. Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat
Pada 4 Juli 1776 Bersamaan dengan keputusan dalam Kongres Kontinental II, rakyat koloni memutuskan untuk memisahkan diri dari Kerajaan Inggris dan mendeklarasikan kemerdekaan Amerika Serikat.
Raja George III merasa tidak ingin melepaskan daerah koloninya dan memberikan perlawanan pada masa yang ia anggap memberontak.
4. Pertempuran Saratoga
Pada 17 Oktober 1777, Komando Pasukan Inggris di Amerika Utara melancarkan misi untuk menguasai lembah Sungai Hudson yang memiliki nilai strategis selama Perang Revolusi Amerika.
Hasil dari pertempuran ini berakhir dengan kekalahan Inggris, dan menjadi titik terang bagi kemenangan Amerika yang akhirnya mendapat bantuan dari Prancis dan negara Eropa lainnya.\
Akhir revolusi Amerika
Setelah melewati periode peperangan panjang pada 1775-1781, pihak Kerajaan Inggris pun menyerah. Kemudian pada 1783, ditandatangani kesepakatan di Prancis, bernama Treaty of Paris atau Perjanjian Paris.
Poin penting yang dihasilkan dari perjanjian ini adalah:
- Deklarasi bahwa tentara Kerajaan Inggris akan meninggalkan wilayah koloni Amerika, dan mengakui kemerdekaan Amerika.
- Membuka sungai Mississippi untuk navigasi oleh warga Amerika dan Inggris.
- Menetapkan perbatasan antar negara, kemudian Inggris memberikan wilayah barat laut ke Amerika.
- Mengamankan hak penangkapan ikan ke Grand Banks dan perairan lain di lepas pantai Inggris-Kanada untuk kapal-kapal Amerika.
- Amerika akan menyelesaikan dan membayar seluruh hutang yang dimiliki kepada Kerajaan Inggris.
- Amerika menjamin kesetaraan sosial kepada para rakyat koloni yang tetap setia mendukung Inggris selama perang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
Terkini
-
Rahasia Kulit Mulus Tanpa Ribet: Perawatan IPL Kini Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah
-
Bagaimana Cara Nonton Piala Dunia 2026 di FolaPlay? Ini Panduan untuk Warga Indonesia
-
Body Cologne Tahan Berapa Lama? Kenali Perbedaannya dengan Parfum
-
Dari MRT hingga Coffee Shop, Photobox Interaktif Kian Jadi Tren Bagi Gen Z di Ruang Publik
-
Kenapa Malam 1 Suro Tidak Boleh Keluar Rumah? Ini Asal-Usul Larangannya
-
Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
-
Cara Nonton Piala Dunia 2026 di TVRI Nasional dan TVRI Sport
-
3 Zodiak Raih Kesuksesan Finansial Selama 15-21 Juni 2026, Siap Banjir Rezeki?
-
Bukan Cuma Putih, Ini 5 Warna Kamar Mandi yang Bawa Rezeki dan Energi Positif Versi Feng Shui
-
Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?