Suara.com - Produk hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Indonesia kembali menoreh kiprah di dunia internasional. Terbaru, Kolaborasi Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Swiss German University (SGU) mengirimkan puluhan produk UMKM/IKM asli Kabupaten Tangerang untuk dipamerkan di Dubai dan Busan, Korea Selatan.
Rektor Swiss German University, Filiana Santoso mengaku bangga terlibat dalam program kolaborasi akademisi, bisnis dan government (ABG) ini. Menurutnya, dengan berhasil mengekspor artinya produk UMKM/IKM Kabupaten Tangerang berkualitas.
"Langkah produk UMKM Tangerang go export itu semakin nyata dan semakin dekat. Terima kasih teman-teman IKM dan UMKM, produknya luar biasa," jelas Filiana.
Dia mengatakan, produk yang sudah diekspor adalah ukiran fosil kayu sampai sepatu. Filiana mengatakan, program kolaborasi ini sukses mengirimkan 30 produk UMKM/IKM Kabupaten Tangerang ke pameran Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Busan Korea Selatan.
Selain itu ada 12 UMKM/IKM yang dikirim ke paviliun Indonesia pada ajang World Expo Dubai 2021 pada Januari 2022. Rektor SGU berharap langkah UMKM/IKM Kabupaten Tangerang ekspor ke berbagai pasar luar negeri ini bisa membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Tangerang.
"Kita bela dan beli produk Kabupaten Tangerang, yang sudah tersedia di etalase Bintang Gemilang," katanya.
Ia melanjutkan bahwa program kolaborasi Pemkab Tangerang dan SGU ini juga sedang mempersiapkan ekspor pelepah pisang ke Eropa. Jadi pelepah pisang ini dicari untuk mengawetkan dan menyimpan produk Wine supaya lebih bagus kualitasnya.
Dalam kesempatan ini, UMKM/IKM di Kabupaten Tangerang dilibatkan dalam memenuhi pasar pelepah pisang ke Eropa. Pemkab Tangerang dan SGU melatih pelaku UMKM/IKM untuk bisa mengemas pelepah pisang yang sesuai dengan keinginan pasar Eropa.
Ketua Tim Kerja Akselerasi Kampus Merdeka Kemendikbud, Ahmad Adhitya menyambut baik kolaborasi Pemkab Tangerang dengan SGU. Program ini menunjukkan kampus berkontribusi kepada masyarakat, khususnya dalam pembangunan dan pemberdayaan UMKM/IKM.
Baca Juga: BRI Kembali Gelar Bazaar Klaster Mantriku untuk Kembangkan UMKM
"Program Kedaireka ini membiayai program, Kemendikbud ingin terlibat langsung dari sisi SDM dan proses pendanaannya," katanya.
Adhitya menyampaikan kabar baik, program ini dipastikan akan berlanjut tahun depan dan sudah dianggarkan dana sekitar Rp1,2 triliun, lebih besar dari tahun sebelumnya.
Dengan potensi pendanaan yang lebih besar itu, Adhitya berharap nanti makin banyak keterlibatan kampus dalam program ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD