Lifestyle / love-sex
Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati
Ilustrasi Gaun Pengantin (Pexels/Fidel Hajj)

Suara.com - Perceraian dapat menjadi hal yang menyakitkan bagi seseorang. Selain itu, proses bercerai juga dapat memakan waktu dan tenaga.

Untuk merayakan kebebasannya setelah proses perceraian, seorang ibu memilih untuk menggelar pesta sekaligus menghancurkan gaun pengantin miliknya.

Melansir Daily Mail, ibu bernama Abby Thomson tersebut sudah mengajukan perceraian sejak Desember 2020. Namun, ia baru resmi bercerai pada September 2021 ini.

Wanita 26 tahun asal Cleveland, Middlesbrough tersebut lantas menggelar pesta perceraian. Ia mengundang teman, keluarga, dan tetangga untuk membantu menghancurkan gaun pengantin.

Baca Juga: Pilu, Kisah Wanita Tetap Tegar Gelar Pernikahan setelah Pemakaman Ayahnya

Gaun pengantin milik Abby sendiri tidak bisa dibilang murah. Gaun tersebut dihargai 1000 poundsterling atau Rp18,9 juta.

Meski begitu, Abby tetap memilih untuk menghancurkannya karena ia menganggap gaun pengantin tersebut sebagai pembawa sial sekaligus simbol pernikahan gagal.

Ilustrasi Gaun Pengantin Dirusak (Pexels/Teona Swift)

Pada pesta yang digelarnya, Abby tampak memakai gaun pengantin tersebut dan meminta tamu melemparkan cat warna biru ke arahnya. Setelah itu, Abby melepas gaun tersebut dan ganti membakarnya hingga tak bersisa.

"Ini adalah ideku, gaun itu punya banyak kenangan buruk," ungkap Abby Thomson.

"Aku merasa itu adalah bagian terakhir yang menghubungkan kami (aku dan suamiku), dan aku hanya ingin menyingkirkannya dari hidupku."

Baca Juga: Katrina Kaif Pamer Foto Pernikahan, Kecantikannya Jadi Bahan Omongan

"Aku punya rasa marah dan sakit yang perlu kukeluarkan dengan cara yang aman, jadi aku berpikir, apa yang lebih baik dibanding menghancurkan gaun itu?" tambah Abby.

Ilustrasi Gaun Pengantin Dibakar (Pexels/Lisa)

Menurut Abby, ia merasa semua amarahnya seputar perceraian mengalir keluar saat dilempar dengan cat.

"Gaun itu sudah sepenuhnya hilang dari bumi selamanya, dan semua yang berhubungan dengannya juga ikut pergi."

"Bagian hidupku yang itu sudah selesai dan aku punya hidup baru untuk dijalani dan dieksplor," lanjut Abby.

Abby sendiri sebenarnya sempat berpikir untuk menjual gaun tersebut. Namun, ia membatalkan keputusannya karena tidak mau orang lain bernasib sama sepertinya.

"Aku berpikir soal menjualnya tapi gaun pengantin itu sudah terkutuk di mataku, sebuah pertanda buruk yang tidak ingin kuberikan pada orang lain."

"Aku merasa bahagia melihatnya terbakar dan aku merasa damai, ini adalah akhir dari satu bagian dalam hidupku."

Abby mengungkap bahwa ia sudah tujuh tahun menjalin hubungan dengan mantan suaminya. Keduanya menikah pada 2018 silam, tapi memutuskan bercerai setelah 2 tahun bersama.

Komentar