Suara.com - Mayones merupakan salah satu pelengkap makanan yang banyak digemari. Seorang pria pun mencoba membuat mayones sendiri di rumah.
Momen membuat mayones di rumah itu ia bagikan melalui akun TikTok @naktekpang. Pertama, pria bernama Dennis ini mempasteurisasi telur terlebih dulu dengan alat khusus.
Telur tersebut dipanaskan selama 1 jam 15 menit dengan suhu 57 derajat. Proses pasteurisasi ini mematika bakteri berbahaya yang ada di dalam telur.
Telur itu lantas didinginkan di air es kemudian setelahnya dipecahkan di wadah lainnya. Telur yang sudah dipasteurisasi memiliki bagian putih yang lebih keruh dari biasanya.
Selanjutnya, telur tersebut ditambahkan dengan mustard, air asam, garam, dan minyak. Dalam video itu tampak minyak yang digunakan cukup banyak bahkan lebih dari setengah wadah. Dennis pun menjelaskan bahwa minyak merupakan bahan dasar dari mayones.
Akhirnya semua bahan tersebut dicampur menggunakan blender tangan. Akhirnya mayones buatan Dennis pun siap dikonsumsi.
Karena telur sudah dipasteurisasi, mayones tersebut pun lebih aman untuk dikonsumsi. Rasanya juga sangat mirip dengan mayones yang dijual di pasaran.
Video ini kemudian menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Pantes gua makan mayones cepat gemuk," komentar seorang warganet.
Baca Juga: Lestarikan Laut, Yuk Tukar Botol Plastik Bekas Minyak Ikan dengan Voucher Vitamin
Warganet lainnya ikut berkomentar. "Pantesan gue cepatt gembrot, orang sering makan mayones yang baru tahu minyaknya ternyata banyak banget," ujar warganet ini.
"Nangis banget lihatnya," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sebelumnnya Dennis sudah pernah membuat mayones namun telur mentah yang dipakai tak dipasteurisasi. Di video pembuatan mayones itu pun banyak orang yang terkejut dengan jumlah minyak yang digunakan pada proses pembuatannya.
Sementara itu, hingga Jumat (17/11/2021), unggahan ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 6 juta kali di TikTok.
Untuk menonton video selengkapnya, klik di sini!
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang