- Sepatu Melissa menggunakan material Melflex eksklusif yang dipatenkan dan sangat fleksibel.
- Aroma wangi permen karet yang khas mampu bertahan hingga dua tahun.
- Produk ini ramah lingkungan karena menggunakan bahan daur ulang bersertifikasi vegan.
Suara.com - Bagi para pencinta fashion, brand Melissa tentu sudah tidak asing lagi di telinga.
Merek alas kaki asal Brazil ini sangat terkenal dengan koleksi jelly shoes yang ikonik dan menggemaskan.
Namun, satu hal yang sering kali memicu rasa penasaran konsumen adalah label harganya yang relatif tinggi untuk sebuah sepatu atau sandal berbahan karet.
Harga yang premium ini sebenarnya sangat sebanding dengan kualitas yang ditawarkan.
Sebab Melissa bukan sekadar memproduksi sepatu plastik biasa yang banyak ditemui di pasar massal.
Ada riset panjang, inovasi material, komitmen lingkungan, serta kolaborasi kelas dunia di balik sepasang sepatu yang nyaman tersebut.
Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa sepatu merk Melissa memiliki harga yang mahal di pasaran.
1. Inovasi Material Melflex yang Dipatenkan
Alasan paling utama terletak pada bahan baku pembuatan yang bernama Melflex.
Baca Juga: 4 Sepatu Wanita Tanpa Tali dari Brand Lokal, Praktis Dipakai dan Tetap Modis
Menurut informasi resmi dari Melissa Indonesia, Melflex adalah jenis PVC khusus yang dikembangkan dan dipatenkan secara eksklusif oleh pihak perusahaan.
Material ini memiliki tingkat fleksibilitas yang sangat tinggi, empuk, dan mampu menyesuaikan dengan bentuk kaki secara sempurna.
Selain memberikan kenyamanan ekstra untuk penggunaan seharian, Melflex juga bersifat hypoallergenic atau tidak memicu reaksi alergi pada kulit yang sensitif.
2. Aroma yang Awet Bertahun-tahun
Ciri khas paling unik yang membedakan Melissa dari kompetitornya adalah aroma wangi yang manis seperti permen karet atau bubblegum.
Aroma menyenangkan ini tidak disemprotkan di permukaan, melainkan langsung diintegrasikan ke dalam molekul material saat proses produksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Escapism di Layar: Mengapa Konten Flexing Laku Keras di Media Sosial?
-
ASDP Percepat Digitalisasi 6 Pelabuhan Strategis, Face Recognition hingga One Gate System
-
Air PAM Macet Berbulan-bulan, Warga Pegadungan Rogoh Kocek Dua Kali demi Air Bersih
-
Mengapa Kita Begitu Bergantung pada Terigu yang Tidak Bisa Kita Tanam?
-
PFII Jangan Sampai Jadikan Bali Surga Para Penghindar Pajak
-
Bukan Jay Idzes, Rekannya di Sassuolo Resmi Direkrut Leeds United
-
Lewat Kerja Sama LoI Dengan KDEI, BRI Taipei Dorong Literasi Keuangan Pekerja Migran
-
Sinergi Dalam LoI, BRI Taipei dan KDEI Tingkatkan Akses Keuangan Pekerja Migran Indonesia
-
It Ends With Us, Novel yang Membuka Mata tentang Toxic Relationship
-
LoI Sinergi BRI Taipei Dengan KDEI: Berikan Literasi Keuangan Bagi Pekerja Migran Indonesia