Suara.com - Jelang leg pertama final AFF 2020 sempat ramai ramalan burung Lovebird bernama Bony yang memprediksi Timnas Indonesia bakal menang melawan Timnas Thailand.
Dalam unggahan akun YouTube Hari BirdPoint, Bony memprediksi Indonesia menang 2-0 atas Thailand, namun yang terjadi justru sebaliknya, Timnas Indonesia kalah telak dibantai Timnas Thailland dengan skor 4-0.
Itu artinya ramalan Bony kali ini meleset, berbeda dengan prediksi sebelumnya yang akurat saat Indonesia berhadapan dengan Singapura pada leg 2 semifinal Piala AFF 2020. Saat itu Bony akurat dengan prediksi Timnas Indonesia mampu mengalahkan Timnas Singapura, sang tuan rumah,
Mengingat si Bony yang menggemaskan ini sudah beberapa kali memprediksi pertandingan sepakbola yang berhasil mencuri perhatian, jadi penasaran ingin tahu lebih jauh tentang si burung LoveBird berwarna biru putih yang sempat menggegerkan dunia maya, khususnya di kalangan penikmat sepak bola Tanah Air.
Berikut ini fakta Si Bony burung LoveBird, peramal final AFF 2020 Indonesia vs Thailand, yang berhasil dirangkum suara.com, Kamis (30/12/2021).
1. Berawal Nonton Bola Bareng
Berdasarkan pengamatan Suara.com, ternyata kanal Hari BirdPoin baru pertama kali aktif memprediksi pertandingan sepak bola baru-baru ini, yaitu dalam event EURO 2020.
Saat itu, pertama kalinya Bony memprediksi pertandingan antara Belgia vs Portugal. Tak main-main, yang menonton prediksi Bony untuk pertama kalinya ini mencapai lebih dari 217 ribu orang.
Bony juga kerap menemani pemiliknya, Hari, untuk begadang menonton pertandingan sepak bola saat dini hari.
Baca Juga: 4 Potret Kemiripan Taqy Malik dan Pemain Thailand, Chanathip Songkrasin
2. Berbagai Turnamen Sudah Diramal
Selain Euro 2020, dan beberapa laga di dalamnya diramalkan Bony dengan tepat. Ia juga rutin memprediksi berbagai pertandingan bergengsi lainnya, seperti Olimpiade Tokyo 2020, Liga Premier 2021, UEFA Champions League, World Cup, Liga Italia Serie, hingga AFF 2020
Tidak hanya itu, ia bahkan juga kerap diminta memilih berbagai pemain terbaik, seperti antara Lionel Messi vs Cristiano Ronaldo, hingga Lukaku vs Ibrahimovic.
3. Cara Bony Meramal
Selaiknya hewan pada umumnya yang menyukai makanan, begitu pula cara Bony meramal, yaitu dengan cara pemiliknya menempatkan dua handphone yang menampilkan bendera atau logo tim yang sedang bertanding.
Tidak lupa pemiliknya meletakan umpan makanan di masing-masing depan handphone tersebut, dengan jumlah yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Kembangkan Ekosistem Emas Terintegrasi untuk Masa Depan Indonesia
-
Prabowo Didesak Banyak Mendengar, Bukan Umbar Retorika Kosong Lewat Monolog
-
PLN Buka 79 Proyek Panas Bumi, Kejar Tambahan Kapasitas 3,1 GW
-
500 Ribu Lebih Investor Buang Saham RANS, Harganya Makin Anjlok
-
5 Serum Alpha Arbutin untuk Mencerahkan Wajah dan Flek Hitam Sesuai Review Pengguna
-
DPR Prihatin Rektor Unsoed Kena OTT KPK: Kampus Itu Meritokrasi, Bukan Ruang Transaksi
-
BRI dan Pegadaian Sinergikan Ekosistem Emas untuk Indonesia
-
BRI Siap Jadikan Potensi Emas Indonesia Kekuatan Ekonomi Nasional
-
BRI Perkuat Peran Emas Sebagai Investasi dan Penyimpan Nilai
-
Iran Siapkan Rudal Generasi Baru Lawan Amerika Serikat, Hulu Ledak Canggih dan Presisi