Suara.com - Dalam pelajaran geografi ada yang disebut dengan teori pola keruangan kota. Berbagai teori yang digunakan untuk mempelajari keunikan setiap kota di satu daerah.
Keunikan kota inilah yang kerap dijadikan sebagai ciri khas, dan sulit ditemukan di kota lainnya. Ciri khas kota juga bisa menggerakan aktivitas ekonomi, tradisi hingga keseharian masyarakat kota tersebut.
Tapi untuk mempelajarinya tidak mudah, karena harus mengenali aspek keruangan dan struktur kota, yang bisa dicari tahu dengan macam-macam teori pola keruangan kota sebagai berikut, mengutip Ruang Guru, Rabu (5/1/2022).
1. Teori Konsentris
Teori ini ditelurkan Ernest Burgess, seorang sosiolog asal Chicago, Amerika Serikat, mengemukakan teori ini, yang menjelaskan mengenai struktur kota yang berkembang secara teratur, mulai dari bagian inti kota, hingga ke bagian pinggirannya.
Dalam teori ini, pola ruang dari suatu kota semakin meluas hingga menjauhi titik pusat kota.
Zona yang terbentuk akibat pemekaran wilayah mirip sebuah gelang yang melingkar dengan pengelompokan daerah atas 5 zona, yakni:
Zona 1
Sebagai pusat kota dan kegiatan inti, seperti bisnis dan pemerintahan atau central business district (CBD).
Zona 2
Sebagai penunjang pusat kota atau zona peralihan. Umumnya terdapat banyak aktivitas perdagangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kota tersebut.
Zona 3
Khusus sebagai permukiman kelas pekerja atau buruh. Daerah tersebut dipilih sebagai tempat tinggal agar biaya transportasi pekerja tidak mahal.
Baca Juga: Jadi Wali Kota Terpegah Tahun 2021, Respon Gibran Justru Menggelikan
Zona 4
Hampir sama dengan zona 3 sebagai tempat tinggal pekerja, namun perbedaannya ialah zona ini digunakan bagi pekerja kelas menengah.
Pekerja kelas menengah yang dimaksud yakni profesional yang telah memiliki jabatan yang menunjang, sehingga mereka memilih untuk tinggal sedikit lebih jauh dari pusat kota, untuk menghindari kepadatan di zona 3.
Zona 5
Yakni permukiman bagi orang-orang yang menginginkan tempat tinggal yang tenang dan jauh dari keramaian kota. Zona ini merupakan permukiman yang beralih ke zona pertanian.
Teori konsentris dapat diterapkan di wilayah-wilayah yang lingkungannya sangat mudah untuk dibangun jalur transportasi. Karena transportasi menjadi hal yang vital pada teori ini.
2. Teori Sektoral
Dikemukakan oleh Homer Hoyt pada tahun 1930. Teori ini muncul sebagai bertentangan dari teori sebelumnya. Di mana struktur perkembangan kota tumbuh tidak teratur.
Pertumbuhan kota tidak hanya dimulai dari bagian inti kota, namun dari wilayah sektoral-sektoral, yang kemudian menyebar ke sekitarnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
-
Prabowo Copot M Nasir dari Sekda Aceh, Pemprov: Tak Ada Masalah Apa-apa
-
Epixlore Gelar Time Trial di Bandung Jelang BDG100 Ultra, Hadiah Utamanya Seekor Kambing
-
Sosok Sespri Prabowo, Rizky Irmansyah: Karier, Jabatan, dan Gaji
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan, Turnamen Sepak Bola di Kabupaten Tangerang Sukses Digelar
-
Pemprov DKI Kaji Usulan Penghapusan Jalur Sepeda di Jakarta
-
Rektor Unsoed Jadi Tersangka KPK, Kemdiktisaintek Tunjuk Ali Rokhman sebagai Plt
-
Diselimuti Kabut Asap, Kualitas Udara Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Hadapi El Nino, Meki Fritz Nawipa Siapkan Helikopter hingga Satgas Kampung