Suara.com - Segerombolan cewek yang tengah menikmati piknik di pinggiran danau telah menjadi viral di media sosial. Bagaimana tidak, momen piknik itu malah berakhir gagal.
Dalam momen yang diunggah oleh akun TikTok @nengsantiiii, Jumat (7/1/2022), tampak empat orang cewek berkerudung sedang menyantap makanan.
Tampaknya, keempat cewek tersebut melaksanakan piknik untuk sekadar healing. Mereka sudah menggelar tikar dan menata sejumlah makanan di sana.
Keempat cewek dalam video itu berpiknik di pinggiran danau. Mereka berempat sedang menikmati makanan mereka di bawah pepohonan rindang.
Dalam video tersebut, keempat cewek itu terlihat sedang menikmati sosis bakar. Mereka juga sudah mengenakan busana putih senada untuk momen piknik itu.
Namun, momen piknik mereka ternyata menjadi gagal lantaran ada gangguan datang. Saat sedang menyantap makanan, tiba-tiba kawanan domba menyerbu makanan mereka.
"Makan bareng mbeeee #fyp," tulisnya sebagai keterangan unggahan seperti dikutip Suara.com, Minggu (9/1/2022).
Domba-domba itu datang lalu menyerbu tikar tempat mereka duduk. Tidak hanya itu, domba-domba yang entah datang dari mana itu lalu berusaha memakan makanan keempat cewek ini.
Mereka berempat kemudian terlihat berdiri dan hanya bisa pasrah lantaran makanan-makanan mereka telah diserbu domba.
Baca Juga: Viral Wanita Menangis Usai Baca Catatan di HP Kekasihnya, Isinya Bikin Kaget Tak Terduga
Domba-domba yang berjumlah cukup banyak itu memakan makanan yang ada di atas tikar dengan lahap.
Salah satu cewek itu terlihat berusaha mengusir domba-domba yang menyerbu tikar tempat meletakkan makanan.
Akibat diserbu oleh kawanan domba, acara piknik sekaligus healing keempat cewek ini menjadi gagal.
"Gagal healing gra-gara kambing," tulisnya dalam video tersebut.
Lokasi piknik keempat cewek itu diketahui berada di daerah Cikoneng, Jawa Barat.
Melihat momen piknik segerombolan cewek yang gagal gara-gara diserbu domba ini, warganet lantas menuliskan beragam komentar.
Berita Terkait
-
Viral Video Pria Berjenggot Buang dan Tendang Sesajen di Gunung Semeru
-
Definisi Bermuka Dua, Hasil Ilusi Optik Makeup Wanita Ini Sukses Bikin Bingung
-
Viral Video Seorang Pria Melumpuhkan Lawannya Tanpa Menyentuh Sedikitpun
-
Beredar Foto Hidangan Babi Guling di Meja, Publik Salfok Lihat Bagian Ini
-
Bukti Cinta Ayah Bikin Sendiri Panggung Pernikahan Putrinya, Lokasinya Bukan Kaleng-Kaleng
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan