Suara.com - Saat tinggal di luar negeri, tak jarang orang akan merasa rindu dengan masakan nusantara. Sayangnya, mencari makanan khas nusantara di negara yang berbeda benua cukup sulit. Misalnya saja salah satunya yakni Lontong Sayur Medan.
Seorang pria Indonesia yang tinggal di Jerman membagikan momen dirinya memasak lontong sayur. Proses pembuatannya ia bagikan melalui akun TikTok @ragilmahardikafred3.
Pria yang sudah cukup lama tinggal di Jerman ini bercerita teman-temannya hendak berkunjung ke rumah. Akhirnya pria ini memutuskan untuk menjamu mereka dengan makanan khas nusantara yaitu lontong sayur Medan.
Pertama ia membuat lontong terlebih dulu menggunakan beras yang dikemas di dalam plastik. Beras tersebut ia rebus bersama dengan plastiknya kemudian didinginkan agar lebih padat dan membentuk lontong.
Setelah itu, ia beranjak membuat sayur nangkanya. Pria yang akrab disapa Ragil itu membeli nangka muda kaleng di supermarket untuk proses memasaknya kali ini.
Kemudian Ragil juga memakai sayur kohlrabi yang rasanya mirip dengan labu siam. Ia mengatakan tak berhasil menemukan labu siam sehingga menggunakan pengganti.
Sedangkan untuk bumbunya, Ragil tak sempat membuat sendiri karena diburu waktu. Ia pun menggunakan bumbu instan kari Thailand.
Untuk membuatnya semakin sedap, ia menambahkan daging cincang. Air, santan, daging, sayur nangka, kohlrabi yang sudah dipotong, serai, daun salam, daun jeruk, garam, merica, penyedap, dan lainnya.
Kuah itu kemudian diaduk hingga rata dan lontong sayur Medan siap disajikan. Tentunya, sajian tersebut bisa sedikit mengobati rasa rindu pada rumah.
Baca Juga: Deretan Tradisi Unik Perayaan Natal di Jerman
Video ini kemudian menarik banyak perhatian warganet. Beragam komentar memenuhi unggahan ini.
"Keren banget tetap bisa bikin makanan khas Indonesia, meski jauh di Jerman," komentar seorang warganet.
Warganet lain ikut berkomentar. "Pakai bumbu instan tapi tetap kelihatan enak ya. Penasaran rasanya makan lontong sayur Medan di Jerman," ujar warganet ini.
"Wow baru lihat sayur kohlrabi begitu, kayaknya di Indonesia langka, atau malah nggak ada? Keren, pinter masak," tulis warganet lainnya di kolom komentar.
Sementara itu, hingga Senin (17/1/2022), video masak lontong sayur Medan di Jerman ini telah viral dan sudah ditonton sebanyak lebih dari 4 juta kali di TikTok.
Untuk menonton video selengkapnya, klik di sini!
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
-
4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket
-
Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
-
Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek
-
Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
-
Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?