Suara.com - Mengalami masalah produktivitas di tempat kerja? Hati-hati, bisa saja Anda tengah stres loh!
Jam kerja yang panjang, beban kerja yang berat, ketidaknyamanan, serta konflik dengan rekan kerja hingga atasan menjadi beberapa penyebab stres yang dialami karyawan di tempar kerja.
Dari rasa stres tersebut, para karyawan sering mengalami penurunan kinerja, bahkan sampai depresi dan kesulitan tidur. Dari efek ini, tentu akan mengganggu produktivitas kerjanya.
Mengutip dari Better Health, stres terkait pekerjaan merupakan masalah yang berkembang di seluruh dunia. Tidak hanya terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, tetapi juga menyangkut produktivitas.
Persoalan stres tentang kerja bisa muncul pada saat tuntutan kerja dan target melebihi kemampuan karyawannya, sehingga mereka lebih sering meluangkan waktunya untuk bekerja daripada mengutamakan istirahat.
Lalu, apa saja gejala stres yang dialami oleh setiap karyawan di tempat kerja? Ada dua gejalanya yang perlu Anda tahu, yakni:
Fisik
- Kelelahan.
- Ketegangan otot.
- Sakit kepala.
- Palpitasi jantung.
- Kesulitan tidur atau insomnia.
- Gangguan gastrointestinal, seperti diare atau sembelit.
- Gangguan dermatologis.
Mental
- Depresi.
- Kecemasan.
- Putus asa.
- Mudah marah.
- Pesimis.
- Perasaan kewalahan dan tidak mampu mengatasinya.
- Kesulitan kognitif, seperti kurangnya kemampuan untuk berkonsentrasi atau membuat keputusan.
Selain dua gejala seperti fisik dan mental, para karyawan yang stres dengan pekerjaannya sering mengalami beberapa penyebab. Di antaranya adalah praktik manajemen yang buruk, tuntutan pekerjaan yang berlebihan, lingkungan kerja yang tidak sehat, hubungan yang tidak sehat di tempat kerja, kurangnya dukungan, dan pekerjaan yang membosankan.
Baca Juga: 5 Tanda Lelah Mental, Jangan Anggap Remeh!
Tak hanya itu, penyebab lain yang bikin karyawannya stres mulai dari adanya perubahan tugas, kurangnya dukungan dari rekan kerja, keterampilan yang tidak memadai, kurangnya sumber daya yang tepat, sulit naik jabatan, sampai mengalami diskriminasi di tempat kerja.
Berita Terkait
-
5 Karakter Orang yang Selalu Datang Awal ke Tempat Kerja, Kamu Termasuk?
-
70% Perempuan Alami Kekerasan di Tempat Kerja, Ini Saatnya Benahi Sistem
-
Buku Petunjuk Hidup Bebas Stres dan Cemas: Sebuah Upaya Menghalau Kecemasan
-
Stres, Burnout, dan Akses Senjata: Kenapa Evaluasi Psikologis Aparat Penting?
-
The Power of Gardening: Cara Ampuh Menghilangkan Stres dengan Berkebun
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
Hari Libur dan Tanggal Merah April 2026, Simak Strategi Cuti Long Weekend
-
5 Hair Cream untuk Menata Rambut Ikal dan Kering akibat Polusi Udara
-
Langkah Mudah Login Coretax DJP Gunakan NPWP 16 Digit dan NIK
-
4 Tempat Wisata Ramah Anak di Solo untuk Mengisi Waktu Libur Panjang
-
Link Pendaftaran Polri 2026 Gratis, Ini Dokumen yang Perlu Kamu Siapkan
-
ASN dan Pegawai Swasta WFA Lebaran Sampai Kapan? Ini Jadwal Resminya
-
Berapa Skor Minimal Agar Lolos UTBK 2026? Ini Acuannya
-
5 Rekomendasi Parfum Pria Isi Ulang, Wangi Tahan Lama Seharian
-
Bolehkah Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Senin Kamis? Ini Penjelasannya
-
7 Rekomendasi Bedak Padat Tahan Lama, Anti Luntur dan Oil Control Maksimal