Suara.com - Kata siapa wastra Nusantara identik dengan kuno dan membosankan? Teman-teman dari Rasa Wastra Indonesia mematahkan anggapan tersebut lewat sebuah pagelaran fesyen yang hype di acara Adiwastra Nusantara 2022, Sabtu (12/2/2022).
Dalam acara pameran kain tradisional terbesar di Indonesia yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) tersebut, belasan teman-teman Rasa Wastra Indonesia memeragakan beragam inspirasi pemakaian wastra Nusantara, baik itu batik maupun tenun, sebagai fesyen sehari-hari.
Aneka batik dan tenun yang penuh motif dan warna tersebut tampil modern menjadi rok lilit, kemben, outer, jaket, hingga celana pendek. Yang menarik, tidak semua wastra tersebut dijahit atau dikreasikan menjadi baju siap pakai. Beberapa di antara kaib-kain tersebut hanya disampirkan, diikat, dililit, atau bahkan disambung ke jaket atau blazer.
Adalah Monique Hardjoko, pegiat wastra sekaligus founder Rasa Wastra Indonesia, sosok di balik peragaan fesyen nan hype tersebut.
Kehadirannya dan teman-teman Rasa Wastra Indonesia adalah untuk mendukung Adiwastra Nusantara 2022 berbagi cerita tentang kain-kain nusantara dari sudut pandang pecinta dan pejuang wastra.
"Rasa Wastra Indonesia itu tempat kita berbagi cerita tentang kecintaan terhadap budaya, khususnya wastra Indonesia. Kita menggandeng semua komunitas, desainer, pengrajin, semua orang-orang dari hulu ke hilir yang terkait kain-kain nusantara," kata Monique.
Sejak didirikan di akhir tahun 2020, kegiatan Rasa Wastra Indonesia lebih banyak fokus ke edukasi, cerita tentang wastra, kain-kain indonesia, termasuk juga memberikan sharing tentang styling bagaimana cara memakai wastra dalam kegiatan sehari-hari dalam bentuk yang menarik.
Monique sendiri memiliki keinginan agar wastra Nusantara ini bisa lebih dikenal oleh banyak orang, terutama generasi muda.
"Jadi sebetulnya kain-kain indonesia ini bisa dipakai macam-macam, dipakai formal, atau dipakai fun. Itu sebabnya, Rasa Wastra Indonesia juga banyak masuk di anak muda, bagaimana caranya mereka bisa tetap pede, seru, dan fun pakai wastra," katanya.
Baca Juga: Dukung Bisnis Kuliner, Air Minum Kemasan Ini Hadirkan Kemasan Botol Kaca Kekinian Motif Batik
Firziati Perdani, salah satu teman Rasa Wastra Indonesia, bercerita awal mula ia dan Monique berkeinginan masuk ke generasi muda dalam memperkenalkan wastra.
"Awalnya kita punya kain banyak, tapi semua disimpan di dalam lemari, nggak tahu mau diapain. Kita beli-beli karena indah, bagus. Kemudian dipajang, dilihatin, terus disimpan lagi. Akhirnya terpikir, kok, sayang, ya, indah tetapi nggak dipakai. Terus kepikiran, kenapa kita nggak pakai dalam keseharian kita, supaya anak-anak kita juga lihat bahwa kain indah itu tidak hanya untuk disimpan di dalam lemari, dipandangin, tetapi dipakai juga," kata Firzi yang turut menjadi model dalam peragaan fesyen wastra Nusantara.
Firzi yang juga kerap membuat kebaya cantik dari koleksi kainnya itu berkata bahwa kain nusantara itu sejatinya untuk semua orang, bisa dipakai setiap saat, tidak ada batas umur, dan tidak harus dalam formal.
"Biasanya kan kalau fashion show batik tenun dibawakan dengan kalem. Kali ini sengaja dibuat seru, karena kita ingin kasih tahu kalau wastra Nusantara bisa dikemas lebih modern," timpal Monique.
Selain hadir di pameran wastra, Monique dan teman Rasa Wastra Indonesia lainnya juga hadir langsung di tengah-tengah komunitas anak muda, termasuk ke kampus, seperti Universitas Indonesia, UNJ, IKJ, LSPR. Mereka banyak sharing tentang cerita kain, proses basic membuat kain, tutorial mengikat kain, padu padan, hingga membuat kreasi dari wastra.
"Misal anak IKJ kan memang banyak desain produk, bahannya bisa apa saja. Kita kasih inspirasi, coba eksplor desain produk pakai perca tenun, atau upcycling, seperti tadi di fashion show ada jeans separo yang ditambahin tenun, blazer dipotong dan separonya diganti tenun," cerita Monique.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?