Suara.com - Mengakui pemerintah tidak bisa berbuat banyak, Desainer Anna Avantie meminta sesama pelaku industri fesyen di masa pandemi saling tolong menolong.
Permintaan ini ia sampaikan kepada pelaku industri fesyen yang masih tegak berdiri dan masih kuat, karena jika hanya mengandalkan bantuan pemerintah semata, menurutnya tidak akan cukup.
"Jadi pemerintah itu bukan malaikat yang turun dari langit, kitalah pelaku industri fesyen yang harus merambah kiri dan kanan kita, ayo dong rangkul," ujar Anne dalam acara diskusi Sarasehan Industri Batik di Gedung DPR, Jumat, (18/2/2022).
Perempuan berusia 67 tahun itu mengatakan, dengan pelaku industri fesyen yang saling membantu, maka dengan sendirinya akan membuat linkungan atau ekosistem fesyen Indonesia jadi lebih baik.
"Misalnya saya rangkul 3, kamu rangkul 2, lalu yang 2 rangkul 5, dan sebagainya, maka akan semakin banyak yang terbantu. Ayo yang masih kuat tolong teman lain, membangunkan industri mereka dan melibatkan industri mereka ke dalam industri kamu, dan bersama-sama bisa berbagi," kata Anne.
Perempuan ibu 3 anak itu bercerita, bahwa hingga saat ini ia membeli produk hasil karya peserta workshop yang ia latih. Produk itu berupa kipas dari kain batik sisa, yang diberdayakan dan dimanfaatkan kembali.
Kipas batik itu, setiap harinya Anne bagikan kepada pengunjung perempuan di restoran miliknya D'Kambodja, yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.
Setiap harinya hingga saat ini, kipas batik tersebut ia bagikan kepada pengunjung restoran yang jumlahnya mencapai 500 hingga 1.000 orang.
"Manfaatnya itu ada 2, buat mereka itu sangat bermanfaat karena memberikan lapangan pekerjaan melalui batik sisa. Lalu saya juga bahagia melihat orang yang datang ke D'Kambodja bahagia," tutup Anne.
Baca Juga: Anti Gagal! 10 Barang untuk Lengkapi Outfit Academia yang Estetik
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen
-
Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah