Suara.com - Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah berkolaborasi dengan The Villa Gallery untuk menghadirkan 'Art Exhibition' oleh Made Gunawan, seniman dari Bali. Melalui pameran lukisan ini, para tamu dan masyarakat di Surabaya dapat mengunjungi Four Points Pakuwon untuk melihat sederet koleksi lukisan yang bertajuk 'Living in Harmony'.
"Kondisi pandemi ini membuat penggemar karya seni memiliki akses terbatas untuk mengunjungi secara langsung pagelaran kesenian. Maka dari itu, kami bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus mengobati kerinduan untuk menikmati karya seni dari Bali, sebagai sumber budaya yang paling unik dan khas di Indonesia," terang Ronald Sitolang, Owner The Villa Gallery.
Four Points Pakuwon disebut sebagai hotel yang sebenarnya dekat dengan seni. Hal ini dapat terlihat dari setiap sudutnya penuh dengan instalasi dan dekorasi seni.
"Di kali pertama ini, kami mengadakan pameran seni lukis bersama The Villa Gallery, mendatangkan maestro dari Bali yaitu Made Gunawan ke Surabaya. Sehingga, mempermudah para penggemar lukisan di Surabaya untuk akses yang lebih mudah," ungkap Alamsyah Jo, sebagai Complex General Manager The Westin Surabaya dan Four Points by Sheraton Surabaya, Pakuwon Indah.
Sekilas tentang I Made Gunawan, ia merupakan seorang perupa dari Bali yang tumbuh besar dengan tradisi 'harmoni' di tempat ia tinggal. Seperti yang kita ketahui, tradisi masyarakat Bali yang mengagungkan harmoni antara Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (alam kecil; manusia, hewan dan tumbuhan) seakan mencetak ulang rekam batinnya dalam menyikapi idealisasi interaksi kehidupan antar manusia.
Memegang erat konsep dan tradisi ini, Made Gunawan menuangkan idealismenya dalam karya-karyanya. Terlihat dari objek-objek di koleksi lukisannya yang didominasi oleh objek-objek alam, pohon, hewan dan manusia yang distilisasi.
Tak hanya objeknya, teknik melukis yang diperagakan oleh Made Gunawan pun penuh narasi-narasi harmoni, seperti latar belakang warna lukisannya yang terdiri dari berlapis-lapis pencampuran warna, tumpang tindih antara sapuan kuas, lelehan hingga cipratan cat akrilik.
"Kami mengundang masyarakat Surabaya yang sedang berada di sekitar Four Points Pakuwon, semisal yang sedang berjalan-jalan di Pakuwon Mall, atau mau makan di Djaman Doeloe Resto and Bar, restoran kami, untuk datang dan lihat langsung karya-karya Made Gunawan," tutup Alamsyah Jo.
Lukisan-lukisan tersebut sudah terpajang di area lobi hotel dan Djaman Doeloe Resto and Bar lantai M3. Pengunjung bisa langsung datang karena aksesnya tidak dipungut biaya. Acara ini juga tentunya dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan sesuai standar yang ketat,
"Art Exhibition" Living in Harmony by Made Gunawan berlangsung dari tanggal 25 Februari sampai 25 April 2022. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi (031) 99150000 atau Instagram @fourpointssurabayapakuwon.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang