Suara.com - Nama Wirda Mansur sempat menjadi sorotan publik karena dianggap membohongi publik dan mengaku sebagai lulusan Oxford University, yang baru diketahui ia mengikuti program International Baccalaureate (IB).
Anak pertama Yusuf Mansur itu sudah mengunggah video klarifikasinya bahwa ia bukan lulusan mahasiswa Oxford University dan itu adalah kesalahpahaman. Namun ia membenarkan mengikuti pendidikan International Baccalaureate (IB) di Oxford University atau Universitas Oxford, tapi bukan untuk kuliah.
"Tahun 2017, itu dalam keadaan belom selesai SMA ya, gue ambil IB di Oxford. Nah, sampai di sini tricky, itu IB bukan kuliah tapi setara sama SMA. Sama aja kalau mau lulus SMA ngambil IB. Gue ambil programnya juga nggak sampai selesai," ujar Wirda dalam video yang diunggah, Minggu (27/2/2022) malem.
Lantas, sebenarnya apa sih program IB di Oxford University yang diikuti Wirda Mansur, berikut 6 faktanya yang berhasil dirangkum suara.com dari situs resmi Baccalaureate (IB).
1. Program Pendidikan asal Swiss
IB yang diikuti Wirda adalah salah satu program pendidikan internasional dalam bentuk nirlaba yang tidak hanya ada di Oxford University, tapi juga ada di 5.400 sekolah maupun universitas di 159 negara, dan terdiri dari lebih dari 7.500 program pendidikan yang ditawarkan.
Dari total program IB yang ada di seluruh dunia, program IB terbanyak ada di negara di benua Amerika, yakni 47,7 persen. Lalu negara Afrika, Eropa, Timur Tengah 29,6 persen. Terakhir Asia Pasifik 22,7 persen.
2. Pendidikan untuk Siswa Usia 3-19 Tahun
Untuk bisa mengikuti program IB bisa melalu jalur pendidikan internasional, dari siswa sekolah atau mahasiswa universitas yang bekerjasama dengan IB, maupun bisa mendaftar secara individu ke program tersebut.
Baca Juga: Profil Wirda Mansur dan Sekolahnya, Putri Yusuf Mansur yang Sedang Disorot
Para siswa ini akan ditawarkan empat program pendidikan yang tersedia di IB, yaitu Primary Years Program, Middle Years Program., Diploma Program, dan Career Related Programme.
3. Diajarkan dalam 3 Bahasa
Mengingat IB adalah program belajar internasional, maka bahasa yang digunakan umumnya bahasa internasional yang mudah digunakan, yaitu bahasa Inggris, Perancis dan Spanyol.
Tapi bukan tidak mungkin jika siswa ingin menggunakan bahasa asal negaranya, bisa berkoordinasi dengan pemilik panitia dan petugas setempat.
4. Fokus Kemampuan Siswa Berpikir Kritis
Sama seperti pembelajaran untuk siswa SD, SMP, dan SMA, namun IB fokus membangun proses berpikir kreatif dan kritis siswa. Sehingga ia jadi ingin lebih tahu dan mampu memecahkan masalah kompleks.
Tag
Berita Terkait
-
Agar Tak Seperti Wirda Mansur, Ini 4 Cara Tepat Pakai Serum Wajah Menurut Dokter Kecantikan
-
Grammar Wirda Mansur yang Ngaku Kuliah Oxford Dianggap Amburadul, Warganet: Jangan-jangan IELTS-nya Nyogok
-
Wirda Mansur Dituding Berbohong Kuliah di Oxford, Ustaz Yusuf Mansur Pasang Badan Beri Penjelasan Ini
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan