Suara.com - Hari Perempuan Internasional merupakan momen istimewa untuk mengingatkan dunia tentang kesenjangan gender dan bias gender, terutama terhadap perempuan. Tahun ini, pada tanggal 8 Maret, saatnya kita merayakan berbagai pencapaian perempuan di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik.
Hari Perempuan Internasional menyerukan untuk mematahkan bias terhadap perempuan di ranah teknologi. Tema #BreakTheBias mengajak dunia untuk tidak hanya mengenali perempuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari lanskap teknologi global yang terus berkembang, tetapi juga membantu mengatasi masalah-masalah seperti budaya di lingkungan kerja, ketidaksetaraan dalam hal upah dan kesempatan, serta kurangnya inklusivitas gender.
Fara Abdullah, Managing Director Bitsmedia, berbagi pengalamannya bekerja di ranah teknologi Muslim, dan apa yang perlu dilakukan untuk mendorong lebih banyak perempuan Muslim bertalenta untuk mematahkan bias dari bekerja di bidang teknologi.
Bitsmedia adalah penerbit dari Muslim Pro, sebuah aplikasi gaya hidup Muslim yang diluncurkan pada 2010. Memiliki kantor pusat di Singapura, Bitsmedia adalah pelopor dalam pengembangan aplikasi yang saat ini telah menjadi rumah digital bagi komunitas Muslim global, yaitu Muslim Pro.
Aplikasi yang telah diunduh lebih dari 120 juta kali sejak diluncurkan ini memiliki beragam fitur, termasuk jadwal sholat harian, pelacak puasa, pencari kiblat (menunjukkan ke arah Mekah), fitur membaca Al-Qur'an sampai khatam, serta berbagai artikel gaya hidup dan konten video untuk Muslim.
Menjadi Seorang Pemimpin Perempuan di Ranah Teknologi
Sebagai seorang perempuan, masuk ke industri yang didominasi oleh laki-laki selalu menjadi tantangan. Kondisinya lebih rumit bagi perempuan yang memberanikan diri masuk ke ranah teknologi Muslim, apalagi untuk menjadi seorang pemimpin.
Fara mengatakan bahwa Bitsmedia berkomitmen untuk mengatasi berbagai hambatan yang membuat perempuan Muslim di bidang teknologi sulit untuk maju.
Bitsmedia saat ini mempekerjakan lebih dari 60 orang staf (dan akan terus berkembang), yang 48% di antaranya adalah perempuan, membuatnya berada di atas rata-rata global keterwakilan perempuan di perusahaan teknologi besar secara keseluruhan, yaitu sebesar 33%.
“Jumlah staf perempuan di tim kami merupakan sesuatu yang sangat kami banggakan. Kami selalu berusaha agar jumlah tersebut bisa meningkat, karena kami tahu ada banyak perempuan Muslim di luar sana yang andal di bidang teknologi, tetapi tidak memiliki akses ke berbagai kesempatan yang tersedia,” katanya, mengutip siaran resmi tertulisnya.
Lebih lanjut, warga negara Singapura yang berusia 33 tahun dan menjadi ibu dari dua anak ini mengatakan bahwa mereka mencoba untuk mengubah dinamika tersebut dengan memberikan kesempatan kepada perempuan Muslim yang memiliki talenta dan semangat untuk bekerja di bidang teknologi.
Menyeimbangkan Pekerjaan dengan Peran sebagai Ibu
Terlepas dari kewajibannya terhadap anak-anak, Fara memiliki komitmen tinggi untuk bekerja. Semua ini bisa terwujud berkat dukungan dari keluarga dan budaya kerja yang fleksibel yang ditawarkan Bitsmedia kepada para karyawannya.
Selain berusaha menyeimbangkan peran barunya dan keluarga, Fara juga memastikan untuk dapat memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri. Ia merasa benar-benar bersyukur memiliki pasangan hebat yang memahami kebutuhannya dan memiliki peran setara dalam mengatur keluarga.
“Dukungan penuh dari keluarga besar juga penting karena ada begitu banyak orang yang mendukung saya dan semua yang saya lakukan. Dukungan keluarga dan teman-teman memungkinkan saya untuk mencapai apa yang saya miliki saat ini, dan saya sangat bersyukur dan merasa diberkati. Saya juga bersyukur atas dukungan suami saya, karena posisi saya akan terasa sangat menantang jika saya tidak memiliki dukungan yang kuat dari pasangan,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
-
5 Rekomendasi Smart TV 55 Inch Murah untuk Netflix and Chill
-
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
-
5 Merek Sepeda Lipat Lokal Sepremium Brompton, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Mudik Gratis Pemprov Jateng 2026 Segera Dibuka: Cek Jadwal, Link dan Cara Daftarnya
-
Kronologi Nama Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Artinya?
-
Kode Ice Cream dan Grape Ribuan Kali Disebut di Epstein Files, Benarkah Terkait Kekerasan Seksual?
-
10 Promo Skincare dan Makeup Viva Cosmetics Terbaru Februari 2026
-
Kekayaan Hary Tanoesoedibjo yang Namanya Masuk Epstein Files
-
Belajar Menang dari Proses: Perjalanan Panjang Siswa Indonesia di Dunia Robotika Global