Suara.com - Di Bulan Ramadhan ini, ketika berbuka puasa dan sahur tak jarang kita dibuat bingung dengan banyaknya pilihan makanan atau bahkan minuman.
Ketika menjalankan ibadah puasa, konsumsi minum dan makan kita tentu berkurang dari hari-hari biasanya.
Berpuasa namun tetap melakukan segudang aktivitas seharian, tentu membuat cairan dalam tubuh berkurang.Terlebih, di sejumlah daerah Bulan Ramadhan ini cuacanya juga begitu panas.
Agar tetap fit dan tidak mudah dehidrasi saat berpuasa, sebenarnya ada beberapa tips menyehatkan yang bisa dicoba.
Beberapa makanan dan minuman bisa membuat tubuh kuat berpuasa seharian. Namun sebaliknya, ada beberapa bahan makanan dan minuman yang jusru membuat tubuh cepat lemas, tidak berenergi jika dikonsumsi terlalu sering ketika berbuka atau sahur.
Lalu apa saja mimuman yang harus dihindari saat sahur dan berbuka puasa agar tidak mudah haus atau dehidrasi?
Berikut daftar lengkapnya yang telah dirangkum dari laman Hops.id--Jaringan Suara.com untuk Anda.
1. Jus buah instan
Jus buah buatan sendiri masih aman dan tergolong minuman sehat untuk membantu mengurangi dehidrasi.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Bogor dan Sekitarnya Senin 4 April 2022
Tetapi, jenis jus buah instan yang beredar dipasaran, tidak dianjurkan.
Hal ini karena meski memberi energi untuk tubuh, kadar gula yang tinggi di dalamnya.
2. Kopi dan teh
akan menyebabkan dehidrasi bila dikonsumsi dalam jumlah tinggi.
Hal ini disebabkan peran kafein sebagai adenosin reseptor yang bersifat antagonis. Selama konsumsi dalam dosis wajar dan sedang, aman untuk konsumsi ini selama puasa.
Namun jika melebihi dosis 500 mg, kafein dapat juag berperan sebagai diuretik hingga menyebabkan dehidrasi.
3. Minuman olahraga dengan kandungan kalori yang tinggi
Orang yang memiliki aktivitas dengan dunia olahraga dan melakukan aktivitas olahraga selama puasa, cenderung akan mengkonsumsi minuman olahraga dengan kadar glukosa yang tinggi.
Disisi lain, pada beberapa orang seperti penderita diabetes, kalori yang cukup tinggi dapat meningkatkan kadar gula dalam darah sehingga menyebabkan dehidrasi.
4. Makanan tinggi kandungan garam
Serta jika aktivitas kalian cukup menguras energi dan frekuensi berkerigat cukup banyak, maka natrium dan air juga dapat hilang dari tubuh.
Namun, tubuh tetap membutuhkan natrium untuk mengembalikan keseimbangan total air dalam tubuh dan cairan-elektrolit.
Jadi, makanan asin tetap diperlukan tapi dalam batas yang wajar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
4 HP Spek Premium untuk Gaming Berat hingga Fotografi Kualitas Tinggi
-
Studio Passione Garap Anime Gourmet Berjudul I Love Dokagui! Mochizuki-san
-
Diserang dari Seluruh Penjuru, Infantino Mohon Maaf Batal Jual Saham Piala Dunia
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di PIK2, Saat Tepat Wujudkan Rumah dan Kendaraan Impian
-
BRI Consumer Expo 2026 Goes to PIK2: Banyak Promo Menarik untuk Pembelian Rumah dan Mobil Baru
-
Suspensi Berlanjut, Saham WIKA Masih Belum Bisa Dibeli
-
Investor China Ancam Seret Proyek PSEL Makassar ke Arbitrase Internasional, Klaim Rugi Rp2,4 T
-
Peringatan 81 Tahun Bom Hiroshima Menuntut Penghapusan Senjata Nuklir Dunia Sekarang
-
Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana, Bahas Solusi Pangan hingga Teknologi Perahu Surya
-
Pemerintah Klaim Lapangan Kerja Baru Lebih Banyak Ketimbang PHK