2. Inflasi Berdasarkan Penyebabnya
- Kenaikan Permintaan Agregat atau Demand-Pull Inflation seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
- Kenaikan Biaya Produksi atau Cost-Push Inflation, seperti yang sudah dipaparkan di atas.
3. Inflasi Berdasarkan Asalnya
a. Inflasi berasal dari Dalam Negeri (Domestic Inflation)
Inflasi bersumber dari dalam negeri dapat terjadi karena adanya pencetakan uang baru oleh Pemerintah atau penerapan anggaran belanja defisit.
Inflasi yang bersumber dari dalam negeri juga dapat terjadi karena kegagalan panen. Kegagalan menyebabkan penawaran pada suatu jenis berkurang sedangkan permintaan tetap sehingga harga-harga akan naik.
b. Inflasi berasal dari Luar Negeri (Imported Inflation)
Inflasi bersumber dari luar negeri terjadi karena adanya kenaikan harga di luar negeri. Pada perdagangan bebas, banyak negara yang saling berhubungan dalam perdagangan.
Bila suatu negara mengimpor barang pada negara yang mengalami inflasi, maka otomatis kenaikan harga tersebut (inflasi) akan mempengaruhi harga-harga dalam negerinya sehingga menimbulkan inflasi.
Contoh, Indonesia banyak mengimpor barang-barang dari Jepang. Jika harga barang-barang di negara Jepang naik, maka kenaikannya itu akan turut berpengaruh di Indonesia sehingga menimbulkan inflasi.
Dampak Inflasi pada Masyarakat
Inflasi tidak selalu berdampak buruk bagi perekonomian. Inflasi yang terkendali justru dapat meningkatkan kegiatan perekonomian.
Berikut ini adalah dampak yang ditimbulkan inflasi terhadap kegiatan perekonomian masyarakat.
Baca Juga: Inflasi dan Krisis Ukraina Makin Mengkhawatirkan, Harga Emas Terkerek Naik
1. Dampak Inflasi terhadap Pendapatan
Inflasi dapat mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan dapat bersifat menguntungkan atau merugikan. Pada beberapa kondisi, inflasi dapat mendorong perkembangan ekonomi.
Inflasi dapat mendorong para pengusaha memperluas produksinya. Sehingga, kesempatan kerja baru akan tumbuh sekaligus bertambahnya pendapatan seseorang.
Namun, bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap, inflasi akan menyebabkan mereka rugi karena penghasilan yang tetap itu jika ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit.
2. Dampak Inflasi Terhadap Minat Menabung
Saat terjadi inflasi, penghasilan riil para penabung menjadi berkurang karena pada kenyataannya tingkat inflasi di atas jumlah bunga yang diperoleh.
Oleh karena itu, salah satu dampak inflasi adalah membuat minat menabung menjadi berkurang disebabkan nilai uang yang semakin menurun.
3. Dampak Inflasi bagi Kreditur dan Debitur
Bagi debitur dengan bunga pinjaman tetap, inflasi akan menguntungkan mereka karena bunga riil yang ditanggungnya turun.
Sebaliknya, kreditur atau pihak yang meminjamkan uang akan mengalami kerugian karena nilai uang pengembalian lebih rendah jika dibandingkan pada saat peminjaman.
4. Dampak Inflasi bagi Produsen
Bagi produsen, inflasi dapat menguntungkan jika pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya produksi.
Jika hal ini terjadi, produsen terdorong untuk melipatgandakan produksinya dan biasanya terjadi pada pengusaha besar. Namun, jika inflasi menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen, produsen enggan untuk meneruskan produksinya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung