7. Ketupat sari
Ketupat ini berbentuk segitiga sama sisi, namun ukuran dari ketupat ini lebih kecil dibandingkan dengan ketupat yang ada. Pada bagian sudut segitiga terdapat juntaian daun kelapa muda atau janur sebagai pemanis jenis ketupat ini.
8. Ketupat sidapurna
Ketupat ini memiliki bentuk seperti hurup āPā terbalik. Bisa dikatakan bahwa jenis ketupat ini seperti kipas. Ciri dari ketupat jenis ini adalah pada bagian sudutnya terdapat lipatan mirip pita yang berfungsi sebagai hiasan.
9. Ketupat geleng
Merupakan ketupat yang memiliki bentuk persegi panjang. Ketupat jenis ini tidak memiliki juntaian helai janur yang berfungsi sebagai hiasan. Jadi ketupat jenis ini tampak rapat atau padat.
10. Ketupat pandawa
Merupakan jenis ketupat yang berbentuk seperti untaian rambut yang dikepang dua. Ketupat jenis ini berbentuk segitiga dengan ujungnya memiliki juntaian daun kelapa atau janur yang dikepang.
Demikianlah 10 macam jenis ketupat yang ada di Indonesia, biasanya ketupat ini menjadi hidangan khas saat Hari Raya Idul Fitri atau lebaran.
Baca Juga: Takbiran dan Lebaran, Pemkot Surabaya Melarang Warga Menyalakan Petasan
Kontributor : Agung Kurniawan
Berita Terkait
-
Meriahkan Momen Hari Raya di Media Sosial, Ini 25 Twibbon Idul Fitri 1443 H Nan Menarik
-
Takbiran dan Lebaran, Pemkot Surabaya Melarang Warga Menyalakan Petasan
-
Allahu Akbar! Bacaan Takbiran Idul Fitri 1443 H Versi Panjang dan Pendek Lengkap
-
Simak! Bacaan Takbiran Idul Fitri 1443 Hijriah, Versi Pendek dan Panjang Lengkap Arti
-
Maamoul, Sajian Kue Kering Lebaran Khas Warga Palestina
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan