Suara.com - Dalam proses membangun hunian idaman, merancang bagaimana rumah dibangun adalah tentang menentukan pilihan untuk berbagai aspek. Memilih desain fasad rumah, desain interior, bahan bangunan, material, furnitur, sampai hal-hal mendetail seperti keputusan memilih cat dinding atau wallpaper.
Beberapa orang lebih suka menggunakan cat dinding, karena berasalan bahwa wallpaper mahal, mudah sobek, berjamur, dan merepotkan pada jangka panjang. Sementara, beberapa yang lain menyukai wallpaper, dengan alasan bahwa mengecat dinding butuh waktu yang lama dan tenaga yang banyak.
Baik cat dinding atau wallpaper punya keuntungan dan kelemahannya masing-masing untuk melapisi dinding rumah. Pada akhirnya, kembali lagi pada preferensi dan kebutuhan pemilik hunian dalam mempercantik dinding.
Untuk membantu mengambil keputusan, Dekoruma sudah mengumpulkan enam kelebihan dan kekurangan menggunakan wallpaper dinding. Dibandingkan dengan cat dinding, terlihat bagaimana wallpaper bisa punya kualitas yang lebih baik daripada cat dinding, tapi dalam beberapa aspek lebih menyusahkan daripada cat dinding.
1. Pemasangan Wallpaper Relatif Lebih Mudah dan Bersih Daripada Cat Dinding
Dibandingkan proses mengecat dinding yang membutuhkan banyak peralatan, pemasangan wallpaper bisa dikatakan jauh lebih sederhana, mudah, dan bersih. Bukan hanya kuas dan paint roller, mengecat dinding juga membutuhkan masking tape untuk melindungi kusen pintu atau jendela, terpal untuk melindungi lantai, dan masih banyak lagi.
Sementara itu, memasang wallpaper hanya memerlukan lem wallpaper dan kape. Bersihkan dinding untuk memastikan tidak ada debu dan noda, olesi lem, tempel wallpaper, dan ratakan gelembung dengan tangan atau kape. Setelah itu, dinding sudah tampil menawan dengan warna dan motif yang diinginkan.
2. Tersedianya Banyak Motif Wallpaper Dibanding Cat Dinding
Berbicara soal warna dan motif, cat dinding juga punya banyak pilihan warna. Bahkan, pembeli bisa memesan warna khusus sesuai keinginan. Namun, yang tidak ada pada cat dinding adalah pilihan motif yang beraneka ragam. Membuat motif pada cat dinding butuh tenaga ahli yang pandai melukis, begitu juga proses yang panjang dan memakan waktu.
Baca Juga: 5 Tips Memilih Wallpaper Ruangan, Bonus Cara Menghitung Jumlah Wallpaper yang Dibutuhkan
Wallpaper tidak hanya memberikan pilihan warna yang banyak, tetapi juga motif yang sudah langsung menempel pada lembaran wallpaper. Ketika memasang wallpaper, motif pilihan akan langsung menempel di dinding tanpa perlu dilukis dan menghabiskan biaya serta waktu ekstra.
3. Wallpaper Relatif Lebih Tahan Noda dan Mudah Dibersihkan
Meskipun sama-sama bisa terkena kotoran dan noda, cat dinding akan lebih rentan terkena noda. Terutama, cat dinding berwarna terang seperti putih. Noda akan langsung terlihat dan mengganggu. Membersihkannya pun cukup merepotkan dan tidak bisa hilang sempurna seperti dinding yang baru dicat.
Wallpaper sendiri lebih tahan terhadap debu dan noda. Anda tinggal membersihkannya dengan kemoceng atau lap kering untuk menghilangkan kotoran dan noda.
Pastikan untuk menggunakan lap yang benar-benar kering untuk menghindari wallpaper basah dan lembap. Pasalnya, wallpaper yang lembap akan menjadi sarang tumbuhnya jamur dan membuat wallpaper mudah rusak dan terkelupas.
4. Biaya Pemasangan Wallpaper Relatif Lebih Mahal
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bendera Merah Putih Mulai Menghiasi Jalanan, Mengapa Tradisi ini Penting?
-
Strategi Mitsubishi Fuso Kawal Roadmap Implementasi Biodiesel B50
-
Isu Dugaan Ancaman Kapolri, Aktivis Desak Kasus Eks Jampidsus Diusut Tuntas: Negara Tak Boleh Kalah
-
60 Atlet Berebut Super Tiket PB Djarum 2026, GOR Dafest Makassar Makin Memanas
-
Target Nol Keracunan, BGN Bakal Adopsi Teknologi Deteksi Makanan Basi Milik BRIN
-
Kemiren: Menenun Kesejahteraan dari Tanah Osing ke Panggung Dunia
-
Siswi SMA Saksi Penembakan Sekolah Thailand: Saya Berlindung di Belakang Guru yang Ditembak Mati
-
Prabowo Siap Turun Tangan Jika Gubernur Hingga Kades Abaikan Teriakan Rakyat
-
Warga Geram Tramadol Dijual Terang-terangan di Tanah Abang: 'Kayak Jual Kacang'
-
Bahlil Bongkar Perintah Jokowi 4 Hari Setelah Dilantik: Larang Ekspor Bijih Nikel Tanpa Rapat