Suara.com - Komoditas yang begitu berharga sejak era lawas di Indonesia yakni teh. Beberapa waktu lalu, beredar foto jadul juragan teh dan pekerjanya yang membuat warganet bernostalgia.
Ya, belum lama ini warganet dibuat gagal fokus dengan salah satu foto jadul yang diunggah oleh akun fanspage Facebook Potret Sejarah Indonesia.
Pada foto yang diunggah, terlihat seorang bule (kemungkinan orang Belanda) duduk di posisi paling depan barisan orang-orang.
Diduga kuat sang bule tengah duduk di sebelah warga lokal yang merupakan juragan teh pada masa itu.
Duduk berbaris di belakang keduanya, para pekerja pemetik dan pemroses daun teh pada era 1900 an.
Akun Potret Sejarah Indonesia membagikan ulang sebuah arsip yang tersimpan di KITLV Leiden. Koleksi KITLV tersimpan rapi di Leiden University Libraries.
Akun perpustakaan online tersebut menyimpan ratusan foto terkait daerah Preanger (Priangan atau Parahyangan). Sebagian di antaranya menampakkan markas militer dan bangunan buatan Belanda.
Namun ada pula yang menampakkan foto lawas mengenai perkebunan teh, kina dan kopi. Foto pada kebun teh menampilkan puluhan orang yang duduk dalam sebuah barisan memanjang ke belakang.
Terdapat seorang warga Eropa (kemungkinan orang Belanda) yang berada pada posisi paling depan. Warga Eropa bertopi bundar itu bersebelahan dengan seorang warga lokal yang duduk di atas kursi. Warganet menyoroti gaya berpakaian pada orang-orang di perkebunan teh tersebut.
Baca Juga: Viral Foto Jadul Suasana Warung Tahun 1911, Outfit Klasik Pelanggan Ini Jadi Sorotan
Tak hanya itu, netizen juga membayangkan perjuangan keras warga lokal dalam masa kolonialisme Belanda. Foto jadul ini memancing beragam komentar dari warganet.
"Ini sang juragan dan Mr Meneer tampak gaul cinta sehati dengan karyawannya. Mereka tak terpisahkan sampai harus difoto bareng panjang ke belakang," kata salah seorang warganet.
"Fotonya menunjukkan seberapa besar kekuasaan dan kekayaan petinggi Belanda memiliki buruh sekian banyak. Kompeni Belanda hanya mau dekat dengan warga lokal yang kaya atau pengusaha serta berpengaruh," balas warganet lain.
"Bersyukur Indonesia lepas dari kolonialisme Belanda. Apa jadinya bila tak merdeka. Perjuangan rakyat pada masa kolonialisme sangat berat," pendapat warganet lainnya.
"Lihat pakaian pekerja sama outfit Belandanya beda jauh. Miris banget," komentar warganet lain. Itulah tadi foto jadul mengenai juragan teh dan pekerjanya pada tahun 1900 yang menarik warganet, bagaimana pendapat kalian?
(Hitekno.com/Rezza Dwi Rachmanta)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
Terkini
-
Apakah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasannya Menurut Hadis
-
Umrah Mandiri Makin Diminati: Panduan Lengkap Rencanakan Ibadah Fleksibel dari Visa sampai Hotel
-
Gili Trawangan Dinobatkan Punya Laut Paling Nyaman untuk Berenang di Dunia
-
Potret Masjid Agung As-Salam Lubuk Linggau: Ikon Religi yang Kian Bersinar Sambut Ramadan
-
5 Contoh Takjil yang Sebaiknya Dihindari untuk Buka Puasa, Bikin Perut Kaget
-
Apa Arti dari Ramadan Kareem? Ketahui Makna, Sejarah, dan Penggunaannya
-
5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit yang Sudah BPOM, Aman Dipakai Harian
-
Buka Puasa Jogja Jam Berapa Hari Ini? Cek Jadwal Resminya Menurut Kemenag
-
Puasa Batal atau Tidak Kalau Pakai Obat Kumur untuk Hilangkan Bau Mulut?
-
5 Doa Buka Puasa Ramadan Shahih yang Benar: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya