- Mahkamah Pidana Internasional menerbitkan surat penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu pada 2024 atas tuduhan melakukan genosida di Gaza.
- Pejuang Palestina Therese Halasa pernah menembak bahu Netanyahu saat operasi pembajakan pesawat Sabena di Israel tahun 1972.
- Setelah dibebaskan dari penjara Israel tahun 1983, Therese Halasa menjalani masa pengasingan dan wafat di Yordania tahun 2020.
Suara.com - Bila ada nama pejabat negara yang kini banyak dikecam warga dunia, tentu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan masuk menjadi salah satu di dalamnya.
Sebab, Benjamin Netanyahu dianggap orang yang paling bertanggungjawab atas genosida warga Palestina di Gaza.
Bahkan, dirinya otomatis ditangkap aparat bila berani menginjakkan kaki ke salah satu negara anggota Mahkamah Pidana Internasional atau ICC seperti Kanada, Belanda, Prancis, Spanyol, Belgia, Jerman, maupun Inggris.
Pasalnya, sejak 2024, ICC telah menerbitkan surat penangkapan terhadap Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang.
Keberadaan Netanyahu juga hingga kini masih misterius. Terutama sejak Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan agresi terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Sempat beredar kabar Netanyahu terluka hingga mati pada bulan Maret. Namun, informasi yang beredar itu tak kunjung mendapat konfirmasi resmi.
Meski begitu, Netanyahu bukannya sosok yang "tak tersentuh". Ada seorang perempuan Palesetina, yang mampu berkonfrontasi, bahkan menembak dia. Perempuan itu bernama Therese Halasa.
Ikon perlawanan Palestina
Tahun 2020, dunia perlawanan Palestina kehilangan salah satu sosok paling ikonik, saat Therese Halasa menghembuskan napas terakhirnya di Amman, Yordania.
Baca Juga: 6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran
Pejuang perempuan yang mendedikasikan hidupnya untuk kemerdekaan Palestina ini, wafat pada usia 66 tahun setelah berjuang melawan kanker paru-paru.
Namanya abadi sebagai simbol keberanian, terutama karena keterlibatannya dalam aksi berani yang secara langsung mempertemukannya dengan sosok yang kini menjadi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di medan pertempuran.
Lahir pada tahun 1954 di Akka (Acre), wilayah Palestina yang diduduki sejak 1948, Therese tumbuh di bawah hukum militer Israel yang ketat.
Ketidakadilan yang ia saksikan sehari-hari, menumbuhkan benih perlawanan dalam diri perempuan Kristen tersebut sejak usia muda.
Meskipun ia menempuh pendidikan keperawatan di Nazareth, panggilan untuk membebaskan Tanah Airnya jauh lebih kuat daripada karier medis yang stabil.
Pada tahun 1971, tanpa memberitahu keluarganya, Therese meninggalkan Palestina untuk bergabung dengan gerakan Front Popular Pembebasan Palestina (FPLP) yang berhaluan Komunis di Lebanon.
Berita Terkait
-
6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran
-
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!
-
Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel
-
Jeritan Warga Iran Setelah Satu Bulan Digempur Amerika dan Israel
-
Perang Dunia di Depan Mata, China Turun Gunung Tekan Amerika - Israel soal Selat Hormuz
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Empat Siswa dari Wolo Raih Beasiswa ke Sekolah Unggulan, Potret Pentingnya Pemerataan Pendidikan
-
Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak, Mana yang Lebih Aman?
-
Seni Komunikasi di Dunia Kerja: Mengubah Obrolan Biasa Jadi Pelayanan yang Bikin Pelanggan Nyaman
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri
-
4 Cara Atasi Aliran Air yang Kecil setelah Pasang Filter Air, Kembali Deras dan Jernih
-
Sunblock Marina Berapa Harganya? Ini Kandungan, Manfaat, dan Review Pengguna
-
Lampu untuk Kamar Tidur Berapa Watt? Begini Cara Menghitungnya agar Pas
-
Apakah Covering Cream Viva Mengandung SPF? Cek Fakta dan Cara Pakai yang Benar
-
5 Dispenser Galon Bawah Low Watt untuk Rumah Daya Listrik 450 Watt
-
Nelayan di Toli-Toli Sulit Jangkau Ikan Bernilai Tinggi, Bisakah Rumpon Portabel Jadi Solusi?