Suara.com - Mulai melandainya pandemi Covid-19 di Indonesia membawa angin segar bagi para pelaku bisnis seperti kuliner, pariwisata, perhotelan, hiburan hingga ekonomi kreatif (ekraf).
Pelonggaran mobilitas masyarakat yang tetap dibarengi dengan protokol kesehatan membuat para pelaku bisnis menggeliat.
Hal itu pula yang dialami pada bisnis pariwisata, perhotelan, hiburan dan ekraf yang ditandai dengan semakin ramainya wisatawan di berbagai objek wisata sehingga tingkat hunian hotel pun meingkat secara signifikan.
Begitu pula dengan pertunjukan musik yang mulai bermunculan di berbagai tempat dengan tetap menerapkan prokes untuk mencegah penyebaran Covid-19.
Berbicara soal pertunjukan musik, operator hotel terkemuka di dunia dan terbesar di Asia Tenggara, Accor, ikut mendorong kebangkitan industri musik di Indonesia lewat ibis Music.
"Ibis Music adalah program live music global ibis. Jadi, bukan hanya di Indonesia saja, tetapi digelar pula di hotel-hotel Ibis secara global," jelas Senior Vice President Operations and Government Relations Accor Indonesia and Malaysia, Adi Satria, dalam acara media briefing Ibis Music di Bandung, Sabtu (25/6/2022).
Tak hanya ingin berkontribusi memajukan industri kreatif di Indonesia, ibis Music juga memberi tempat kepada musisi lokal berbakat sekaligus mendekatkan dengan para penggemarnya. Ini artinya, lanjut Adi, pihaknya mendukung program-program Kemenparekraf melalui pariwisata ekonomi kreatif dan mempromosikan para musisi lokal berbakat yang sedang berkembang di Indonesia.
"Ibis Music adalah langkah terbaru dalam transformasi brand, menawarkan pengalaman baru bagi masyarakat setempat dan wisatawan untuk menjelajahi keramahan ibis dan lebih dekat dengan musisi berbakat," jelasnya.
Pertunjukan musik yang digelar oleh operator hotel kenamaan tersebut untuk mendukung pariwisata ekonomi kreatif tentu saja disambut positif oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno.
Baca Juga: 7 Gaya Raisa saat Manggung, Selalu Totalitas saat Gelar Konser
Menparekraf Sandiaga Uno berharap ibis Music bisa menjadi ruang kreasi para musisi lokal dan mendorong perekonomian, serta kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia.
"Saya menyambut baik ibis Music, karena program ini merupakan gabungan pelayanan hotel dan pertunjukan musik untuk meningkatkan ekonomi dan memberikan tenaga kerja tambahan," terang Sandiaga Uno dalam video sambutan media briefing ibis Music.
Adi Satria berkomitmen akan terus berupaya mendukung berbagai program kemenparekraf seperti Bangga Buatan Indonesia, Beli Kreatif Lokal, Di Indonesia Aja, Wonderful Indonesia dan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
Penemuan Fosil Kupu-Kupu Berusia 34 Juta Tahun di Prancis, Kondisi Masih Utuh
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang