Suara.com - Nathalie Hoslcher menggugat cerai komedian Sule. Gugatan ini sekaligus jawaban dari buntut kisruh rumah tanggan keduanya.
Gugatan cerai Nathalie Holscher terhadap Sule terdaftar di Pengadilan Agama Cikarang sejak 5 Juli 2022.
"Bahwa benar Pengadilan Agama Cikarang telah menerima perkara dengan jenis cerai gugat," ujar panitera Pengadilan Agama Cikarang, Maman Suherman, Kamis (7/7/2022).
Maman menjelaskan bahwa Nathalie Holscher mendaftarkan gugatan lewat kuasa hukumnya dari sistem e-court.
Tapi, mengapa sebenarnya orang bercerai? Seperti diketahui, bahwa perceraian dalam sebuah hubungan pernikahan memang suatu hal yang seringkali tidak dapat dihindari.
Seperti dikutip dari Insider, mereka pernah melakukan peneltian dengan bantuan sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di University of Denver.
Studi tersebut mensurvei 52 orang (31 perempuan dan 21 lelaki), yang telah terlibat dengan PREP, sebuah "program pencegahan dan peningkatan hubungan" yang berfokus pada pengajaran keterampilan komunikasi dan resolusi konflik pasangan.
Kursus berlangsung sebelum pasangan menikah, tetapi penelitian tersebut mensurvei individu yang akhirnya bercerai, 14 tahun setelah PREP berlangsung. Ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang mengapa pernikahan mereka gagal, dan apakah itu merupakan kombinasi dari faktor-faktor. Berikut ini sejumlah alasannya.
1. Kurangnya komitmen — 75 persen
Baca Juga: Nathalie Holscher Gugat Cerai Sule di Pengadilan Agama Cikarang, Sidang Perdana 20 Juli
Meskipun beberapa orang akan mengatakan bahwa pernikahan adalah komitmen utama, 75 persen dari orang yang disurvei mengatakan kurangnya komitmen berperan dalam kematian pernikahan mereka.
"Saya menyadari itu adalah kurangnya komitmen dari saya karena saya tidak benar-benar merasa romantis terhadapnya. Saya selalu merasa lebih seperti dia adalah teman saya," jelas salah satu peserta.
2. Perselingkuhan atau perselingkuhan — 59,6 persen
Menurut penelitian, "perselingkuhan sering disebut sebagai titik balik kritis dalam hubungan yang memburuk." Faktanya, itu adalah "jerami terakhir" yang paling umum dikutip oleh para peserta.
Beberapa alasan umum untuk selingkuh, seperti dilansir INSIDER, adalah perasaan diabaikan, masalah ketidakamanan, atau rasa takut ditinggalkan.
3. Terlalu banyak konflik dan pertengkaran — 57,7 persen
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan