Suara.com - Sepatu rusak dan sepatu bekas jadi salah satu limbah fesyen yang perlu diperhatikan, karena tidak banyak yang bisa mengolah atau memanfaatkannya jadi lebih berguna dan tidak cepat berakhir di tempat sampah.
Pendiri dan Direktur Kreatif Sejauh Mata Memandang, Chitra Subyakto mengakui belum bisa mengolah sepatu alas kaki jadi produk baru di Sejauh Mata Memandang.
Tapi ia memberikan tips yang bisa dipraktikan menjadikan sepatu bolong lebih bermanfaat dengan kreativitas, yaitu menjadikan sepatu jadi lebih unik.
"Jadi biasanya saya gambar gambar lagi atau saya tempel tempel lagi, tempelin kain atau patch jadi lebih lucu dan lebih unik gitu," ujar Chitra saat konferensi pers pameran instalasi 'Kisah Punah Kita', beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pemanfaat sepatu sama seperti pakaian yang bisa dikreasikan jadi lebih unik. Bahkan ia tidak sungkan menjadikan sepatu dikreasikan menjadi mainan binatang peliharaan.
Namun perempuan berkacamata ini, mengatakan solusi terbaik dari masalah sampah sepatu yaitu kembali seberapa baik seseorang merawatnya, sehingga sepatu lebih awet dan tahan lama.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak malas membaca dan mencari tahu cara merawat sepatu yang baik, sehingga lebih mudah menerapkan pola hidup slow living atau kebiasaan tidak mudah membuang benda menjadi sampah.
"Tapi itu juga penting sekali, itu termasuk salah satu tips slow living melalui perawatan, karena semakin kita merawat dengan baik maka akan semakin panjang masa pakainya gitu," tutup Chitra.
Baca Juga: 5 Tren Sustainable Fashion di Pertengahan Tahun 2021
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Politik di Ruang Pengasuhan: Kecemasan Membesarkan Anak di Negeri Sendiri
-
Mending Kulkas Inverter atau Konvensional? Cek Mana yang Lebih Hemat Listrik
-
645 Rumah Khusus Tahap V Diserahkan, Brantas Abipraya Dukung Eks Pejuang Timor-Timur
-
5 Tips Melindungi Data Pribadi saat Terhubung ke Wi-Fi Publik
-
6 Rice Cooker Maspion Terbaik, dari yang Mungil hingga Jumbo 6 Liter untuk Nasi Pulen
-
Suara Rakyat Lima Tahun Sekali, setelah Itu Siapa yang Berkuasa?
-
BRI KKB National Expo 2026 Raih Rekor MURI, Hadirkan Promo Kredit Kendaraan
-
Kata Damai AS - Iran Main Jauh, Donald Trump Putus Komunikasi soal Selat Hormuz
-
Zona Merah Hukum Adat: Mendesak Perlindungan Kesakralan Mama Papua di Tengah Konflik
-
BRI Raih Rekor MURI Melalui Kolaborasi Kredit Kendaraan di 131 Lokasi Tanah Air