Suara.com - Yoga diklaim sebagai olahraga lembut dan ideal untuk dilakukan semua orang. Lewat olahraga yoga, Anda dituntut melakukan serangkaian pose atau postur yang beragam serta menekankan pentingnya teknik pernapasan.
Pose inilah yang dapat membantu mengurangi ketegangan otot, membangun fleksibilitas dan kekuatan, serta meningkatkan keseimbangan dan kekuatan tulang.
Untuk nyeri punggung bawah, yoga dipercaya mampu membantu otot menopang punggung dan tulang belakang.
Pada punggung sendiri terdapat beberapa otot seperti otot paraspinal yang membantu membengkokkan tulang belakang, otot multifidus yang menstabilkan tulang belakang, dan otot abdominis yang melintang di perut dan berfungsi menstabilkan bagian tulang belakang.
Tidak hanya itu, gerakan yoga yang lambat dan fokus pada proses pengaturan pernafasan juga dapat meningkatkan aspek emosional dari masalah nyeri punggung.
Caranya adalah dengan membantu menurunkan stres dan mengurangi kecemasan serta depresi.
Tapi mengapa ada orang yang terkena nyeri punggung karena yoga?
Menurut editor medis dari Harvard Special Health Report An Introduction to Yoga, Dr Lauren Elson, hal itu terjadi lantaran masih banyak orang yang tidak mempraktikkan yoga secara tepat.
"Ini mirip dengan meminta tubuh mengangkat beban dan melakukan lari cepat. Dengan alih-alih membuat gerakan yang lambat, terkontrol, atau berlari di treadmill dengan kecepatan tinggi tanpa terus meningkatkan tempo. Hasilnya adalah peluang cedera yang lebih besar," kata Dr. Elson.
Baca Juga: 1.000 Orang Kumpul Saat Peringatan Hari Yoga Internasional di Bali
Untuk itu, Elson mengatakan pentingnya matras saat melakukan yoga. Selain itu, hindari juga memutar dan memanjang tubuh pada saat bersamaan.
Gerakan tersebut dapat menekan sendi intervertebralis bagian tubuh Anda. Sebisa mungkin gunakan alat peraga seperti balok atau guling untuk memberi dukungan tambahan saat Anda membutuhkannya.
Jika Anda tidak bisa menjangkau jari-jari kaki, pegang sabuk yoga di tangan dan lingkar di sekitar kaki. Hentikan gerakan apa pun yang terasa tidak nyaman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Menularkan Kepedulian dari Pinggiran Ciliwung: Cara River Ranger Ubah Cara Pandang Terhadap Sungai
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka dari Brand Lokal untuk Pudarkan Flek Hitam
-
Masih Bolak-balik Bisnis ke Indonesia, Segini Kekayaan Shin Tae-yong
-
3 Jenis Kanker yang Paling Banyak Menyerang Anak Muda di Singapura
-
Lirik Lagu Erika oleh OSD HMT ITB yang Berisi Pelecehan Seksual
-
7 Rekomendasi Parfum Heaven Scent Best Seller, Wangi Mewah Tak Harus Mahal!
-
5 Sepeda Lipat Ukuran 20 yang Nyaman dan Praktis, Mulai Rp800 Ribuan
-
Kontroversi Dikidoy, Akun yang Live TikTok Sidang Pelecehan Seksual Mahasiswa FH UI
-
Apa itu Objektifikasi Perempuan? Berkaca pada Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?