Suara.com - Pilihan produk skincare semakin beragam. Di pasaran, Anda akan menemukan beragam produk skincare dengan kandungan bahan aktif yang berbeda-beda.
Sebelum Anda pusing menemukan produk skincare yang sesuai dengan kebutuhan, yuk kenali 9 bahan aktif yang paling banyak ditemukan dalam produk skincare, dan cari tahu manfaatnya. Simak penjelasan dari dermatologis Wilma Bergfeld, MD, seperti dilansir dari Cleveland Clinic.
1. Alpha-hydroxy acids (AHA)
Produk perawatan kulit yang mengandung AHA, (asam glikolat, laktat, tartarat, dan sitrat) kian populer belakangan ini lantaran manfaatnya dalam membantu mengatasi garis-garis halus dan kerutan, pigmentasi, dan bintik-bintik akibat penuaan.
Namun, krim dengan AHA punya efek samping berupa iritasi ringan dan sensitivitas terhadap sinar matahari. Untuk menghindarinya, jangan lupa oleskan tabir surya di pagi hari sebelum memakai krim dengan AHA.
Untuk membantu menghindari iritasi kulit, mulailah dengan produk yang memiliki konsentrasi maksimum 10% hingga 15% AHA.
2. Glycolic acid
Glycolic acid atau asam glikolat merupakan salah satu jenis AHA yang membantu pengelupasan kulit dan meningkatkan produksi kolagen (protein yang memperkuat jaringan ikat). Ini tidak hanya membantu membersihkan pori-pori dan menghaluskan kerutan halus, tetapi juga dapat membantu melembabkan kulit Anda. Krim dan losion dengan bahan ini sering membantu mengatasi eksim, sedangkan pembersih yang menggunakan bahan ini dapat membantu mengatasi komedo.
3. Lactic acid
Lactid acid atau asam laktat merupakan jenis AHA yang dapat membantu pengelupasan kulit dan sekaligus dapat membantu melembabkan kulit.
4. Beta hydroxy acids (salicylic acid)
Salicylic acid atau asam salisilat membantu menghilangkan kulit mati dan dapat memperbaiki tekstur dan warna kulit yang rusak akibat sinar matahari. Bahan ini dapat menembus bukaan folikel rambut yang sarat minyak dan, sebagai hasilnya, juga membantu mengatasi jerawat. Ada banyak produk perawatan kulit yang tersedia yang mengandung asam salisilat. Beberapa tersedia tanpa resep dokter, namun ada juga yang memerlukan resep dokter.
Asam salisilat tidak terlalu mengiritasi dibandingkan produk perawatan kulit yang mengandung AHA.
Baca Juga: 3 Kelompok Orang Ini Tidak Bisa Gunakan Skincare dengan Kandungan Retinol
4. Hydroquinone
Produk perawatan kulit yang mengandung hydroquinone sering disebut krim pemutih atau bahan pencerah. Produk perawatan kulit ini digunakan untuk meringankan hiperpigmentasi, seperti bintik-bintik akibat penuaan dan bintik hitam akibat melasma atau chloasma yang berhubungan dengan kehamilan atau terapi hormon.
Hydroquinone juga terkadang dikombinasikan dengan tabir surya karena paparan sinar matahari menyebabkan hiperpigmentasi kulit. Namun ingat, sebelum menggunakan produk berbahan ini, ada baiknya menguji produk yang mengandung hidrokuinon di area kulit yang kecil, karena beberapa orang alergi terhadapnya.
5. Retinol
Retinol membantu mengatasi jerawat dan bekas jerawat, pigmentasi, garis-garis halus dan kerutan, memperbaiki tekstur kulit, meratakan warna kulit, dan meningkatkan hidrasi kulit Anda.
Retinol berasal dari vitamin A dan ditemukan di banyak produk perawatan kulit berlabel antiaging yang dijual bebas. Tretinoin, yang merupakan bahan aktif dalam resep krim Retin-A® dan Renova®, adalah versi retinol yang lebih kuat. Jika kulit Anda terlalu sensitif untuk menggunakan Retin-A, retinol yang dijual bebas adalah alternatif yang sangat baik.
6. L-ascorbic acid (vitamin C)
Ada banyak produk perawatan kulit di pasaran yang mengandung vitamin C, tapi vitamin C jenis L-ascorbic acid adalah satu-satunya bentuk vitamin C yang berguna dalam produk perawatan kulit.
Seiring bertambahnya usia dan akibat paparan sinar matahari, sintesis kolagen di kulit Anda berkurang, yang memunculkan kerutan. Vitamin C adalah satu-satunya antioksidan yang terbukti merangsang sintesis kolagen, meminimalkan garis-garis halus, bekas luka, dan kerutan. Ini juga dapat memperbaiki penampilan kulit yang rusak akibat sinar matahari. Penggunaan awal krim yang mengandung vitamin C dapat menyebabkan rasa perih atau kemerahan, tetapi efek samping ini biasanya akan hilang dengan penggunaan yang berkelanjutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Contoh Ikrar Syawalan Bahasa Jawa Singkat dan Artinya, Bikin Momen Halalbihalal Makin Khidmat
-
Waspada! 5 Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan Usai Lebaran
-
Jadwal Lengkap Ganjil Genap, One Way, dan Contra Flow Tol Arus Balik Lebaran 2026
-
Konsumen Korea Selatan Mulai Tinggalkan Plastik, Kemasan Aluminium Jadi Pilihan Baru?
-
8 Tips Kembali Produktif dan Semangat Kerja Usai Libur Panjang Lebaran
-
7 Tinted Sunscreen Terbaik untuk Hilangkan Flek Hitam Membandel
-
7 Penyakit yang Sering Muncul Pasca Lebaran dan Cara Sederhana Mengatasinya
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Anak Usia 12 Tahun yang Aman
-
10 Sepatu Adidas Diskon di Sneakers Dept, Seri Samba Jadi Ratusan Ribu Rupiah
-
Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?