Suara.com - Setiap orang bisa jadi punya cara masing-masing dalam menikmati kopi. Namun, bagi penikmat kopi murni ada cara khusus untuk mencari tahu jenis biji kopi yang dikonsumsi berasal dari mana.
Sebagaimana diketahui bahwa Indonesia memiliki beragam jenis biji kopi dari banyak daerah. Setiap jenis tersebut punya ciri khas masing-masing, walaupun sama-sama berasal dari tanaman kopi.
Misalnya saja kopi lintong dari daerah Sumatera. Menurut barista Max Coffee Michael, kopi lintong memiliki cita rasa yang dominan tobaco dan pedas khas rempah. Untuk medapari cita rasa tersebut ternyata ada teknik khusus dalam menyesap kopi.
"Pertama cium dulu kopinya. Lalu cobain kopi dengan srup (diseruput) gitu. Caranya lidah tempelkan ke langit-langit lalu hirup kopinya," kata Michael ditemui di Max Coffee Kemang Village, Jakarta, Rabu (10/8/2022).
Tujuan menyeruput dan mengangkat lidah tersebut, agar ada oksigen masuk ke mulut, lanjutnya. Tujuan dari memasukan oksigen itu untuk membantu flavor kopi agar lebih menyebar ke dalam mulut.
"Nanti rasa kopi akan keluar dengan sendirinya, teruma bila intens merasakannya," ujar Michael.
Meski demikian, menurut Michael, meminum kopi sebenarnya juga tergantung dari selera setiap orang. Cara menikmati kopi tidak harus dengan benar-benar murni bubuk kopi yang diseduh tanpa campuran apa pun.
Diakui Michael bahwa susu memang menjadi campuran paling umum dalam membuat minuman kopi. Dalam pembuatan kopi susu tersebut juga tidak bisa asal mencampurkan keduanya dalam satu gelas.
"Misal ingin kopi susu lebih strong, tinggal cari karakter kopi biasanya full body, house blend paling cocok di campur dengan susu, lalu dijadikan latte," ujarnya.
Baca Juga: Ingin Hirup Cita Rasa Kopi Alami, Metode Chemex Bisa Jadi Pilihan
Dengan mencampurkan bahan lain, tentu rasa asli dari kopi akan sedikit berkurang. Untuk itu, membuat kopi susu pun harus disesuaikan dengan keinginan untuk menentukan rasa mana yang ingin lebih terasa dominan.
"Untuk perbandingannya, susu bisa disesuaikan selera. Yang biasa digunakan jadi pengukuran pasti kopi. Misalnya ukuran medium bisa kopi 12 gram, kalau ingin rasanya lebih intens bisa 18 gram. Lalu susu menyesuaikan sesuai selera," tuturnya.
Berita Terkait
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?
-
Prabowo Pamer Diminta Jadi Brand Ambassador Kopi: Biar Dapat Suplai Terus!
-
Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut
-
Prabowo Berkelakar soal Masa Pensiun: Mau Jadi Brand Ambassador Kopi
-
Survei: Kopi Tetap Jadi Favorit, Tren Minuman Siap Saji Terus Tumbuh
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi