Suara.com - Meski sama-sama pertunjukan seni pentas, tapi ada perbedaan dasar dalam proses pembuatan film dan teater menurut perspektif Sutradara Yusril Katil.
Menurut Yusril perbedaan film dengan teater yaitu film lebih mengandalkan trik yang dibantu teknologi, dibandingkan pentas teater hanya hanya benar-benar mengandalkan aktor dan aktrisnya di atas panggung.
"Di teater itu betul betul pergerakan aktor tidak ada yang lain yang bisa dikerahkan. Nah makanya teater lebih totality, dan film iya total juga tapi dia lebih banyak dibantu teknologi," ujar Yusril kepada suara.com di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Perbedaan lainnya yang sangat terlihat yaitu proses pasca produksinya, jika teater benar-benar selesai setelah pementasan atau aktor berakting. Maka proses produksi film perlu melalui proses editing.
"Pasca produksi, editing yang itu berperan banyak dalam hal misal memperkuat film. Tetapi persoalannya adalah totalitasnya mungkin lebih totalitas di theater karena tidak ada cut two, cut three karena kesalahan tidak bisa diulang," ujar Yusril.
Selebihnya proses sebelum produksi antara film dan teater hampir serupa, yaitu ada proses casting, reading, hingga pendalaman peran.
"Jadi (kalau film) mata penonton digantikan oleh lensa, jadi kalau di sini bukan aktornya yang blockng movement tapi yang blocking movement justru kamera, jadi bisa bawa penonton kemana-mana," tutup Yusril.
Yusril sendiri ada sutradara teater Under The Volcano yang akan tayang pada 27 Agustus 2022 di Ciputra Artpreneur Gallery. Menceritakan tentang masyarakat yang kehidupannya di bawah bayang-bayang bencana gempa dan letusan gunung merapi.
Menariknya meski ini adalah pementasan teater bertaraf internasional, tapi bahasa yang digunakan adalah bahasa Minangkabau, dengan logat, artikulasinya yang kuat dan jelas. Meskipun disediakan teks bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di layar kiri dan kanan.
Baca Juga: 8 Potret Andrew Garfield Liburan di Bali, Ramah saat Diajak Foto Bareng Warga Lokal
Berita Terkait
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Review Film Phi Phong: The Blood Demon, Misteri Ritual Kuno yang Mencekam!
-
First Look Film Werwulf, Aaron Taylor-Johnson Jadi Manusia Serigala
-
Voicemails for Isabelle: Sulitnya Melepas Orang yang Telah Tiada
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI
-
Dari Anemia hingga Isu Mental, Ketika Generasi Muda Turun Tangan Racik Solusi Kesehatan
-
Tandon Air yang Bagus Merek Apa? Ini 4 Rekomendasinya yang Anti-Lumut dan Tahan Lama
-
The Apurva Kempinski Bali Angkat Isu Regenerasi dan Keberlanjutan
-
Cara Atasi Uap Keluar dari Gagang Panci Presto agar Daging Cepat Empuk
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
5 Tips Layering Parfum agar Wanginya Tidak Pasaran, Ini Aroma yang Cocok Dipadukan
-
Jerawat Tak Kunjung Sembuh? 4 Rekomendasi Vitamin dari Dokter Estetika untuk Wajah Berjerawat
-
12 Destinasi Wisata Hits di Jakarta untuk Libur Sekolah, dari Pantai hingga Hutan Mangrove