Suara.com - Banyak masyarakat Indonesia yang kesulitan mengembangkan potensi diri, dan merasa karirnya jalan di tempat alias stuck dan tidak ada kemajuan.
Fenomena ini ternyata dibenarkan Head of Indonesia Market Udemy, Giri Suhardi. Ia menyebut, butuh pola pikir bertumbuh atau growth mindset agar bisa mengembangkan diri.
Riset eMBeD di 2016 dan 2017 menunjukan pentingnya membangun growth mindset bagi masyarakat umum dan anak muda khususnya. Tapi mirisnya, Indonesia masuk sebagai negara dengan growth mindset yang rendah.
"Jadi secara tidak langsung, secara kultural secara ekonomi biasanya tidak semua orang berpikir kita bisa bertumbuh," ujar Giri saat konferensi pers Udemy, Selasa (30/8/2022).
Padahal, kata Giri, pola pikir seseorang adalah kunci utama yang menentukan keberhasilan seseorang untuk berkembang dan mengasah kemampuan semakin baik setiap harinya.
"Ketika mindset kita nggak mau bertumbuh, maka kita nggak mau belajar," ungkap Giri.
"Jadi ketika mindset kita oke, dengan belajar kita bisa bertumbuh, dengan diskusi kita bisa bertumbuh, dengan bekerja dengan lingkungan kita bisa bertumbuh," kata Giri lagi.
Selain itu, survei Udemy di salah satu institusi menemukan dari total seluruh karyawan, hanya enam persen karyawan yang punya keinginan belajar, tanpa perintah dan suruhan dari atasan sekalipun.
Pola pikir seperti inilah yang akhirnya membuat mereka bertumbuh dan berkembang, yang secara umum karyawan ini disebut sebagai growth mindset changer.
Baca Juga: Tiga Miliar Gamer Di Dunia Memiliki Akses Ke Berbagai Versi Metaverse
"Mereka mendorong teman-teman lainnya untuk belajar, jadi ini yang kita lihat secara makro, secara makro apa yang terjadi di Indonesia dan jadi pekerja rumah bersama," tutup Giri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural
-
Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan
-
Setelah Eksfoliasi Pakai Moisturizer Apa? Ini 5 Rekomendasi Produk yang Melembapkan
-
5 Sepeda Lipat untuk Anak yang Ringan dan Praktis, Mudah Dibawa Liburan
-
Inovasi Baru di Dunia Estetika: Cara Praktis Dapatkan Kulit Glowing dengan Titik Injeksi Minimal