TANTRUM - Pengusaha diharapkan dapat saling bekerja sama dan berperan aktif menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengusaha harus terus menciptakan inovasi dalam bisnisnya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital serta big data, agar mampu meningkatkan daya saing dan tetap terdepan dalam dunia yang kompetitif.
Ia menyebut kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan pengusaha sangat diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi di masa depan, termasuk sinergi dengan pemerintah daerah (pemda) untuk mendorong pengembangan ekonomi regional, khususnya mengakselerasi hilirisasi komoditas.
Ia menyebut, salah satu dukungan pemerintah bagi dunia usaha, yakni telah disalurkannya kredit usaha rakyat (KUR) dengan target sebesar Rp373 triliun pada tahun ini.
"Jadi, potensinya bagi pengusaha untuk mendapatkan KUR masih besar, dan ini juga bisa digunakan untuk sektor pertanian yang diberikan pagu Rp90 triliun. Pada tahun depan target KUR akan dinaikkan lagi menjadi Rp460 triliun,” kata Airlangga.
Dalam jangka panjang, Airlangga melanjutkan pemerintah terus memastikan berjalannya reformasi struktural dalam upaya mendorong daya saing dan iklim berusaha di Indonesia melalui Undang-Undang Cipta Kerja, dan penerapan sistem layanan perizinan berusaha elektronik yang terintegrasi (OSS RBA).
Selain itu, tahun ini pemerintah masih melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp455,6 triliun, dengan salah satu fokusnya adalah mendukung kegiatan usaha sekaligus mempersiapkan strategi transisi aktivitas ekonomi dari pandemi ke endemi.
Airlangga optimistis dengan prospek ekonomi Indonesia ke depan, berkaca dari capaian saat ini, yakni pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,44 persen yoy pada kuartal II 2022 dan Purchasing Manager’s Index (PMI) yang berada di level ekspansif selama 11 bulan beruntun dan pada Juli 2022 tercatat senilai 51,3.
Lalu, Neraca Perdagangan Indonesia yang mencatatkan surplus 27 bulan berturut-turut, dan pada Januari-Juli 2022 telah mencapai 29,1 miliar dolar AS atau dua kali lipat surplus pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Jelang Tampil di KV Fest, Member SECRET NUMBER Take Off Jakarta
Selain itu, kualitas pertumbuhan ekonomi juga diiringi membaiknya tingkat kesejahteraan masyarakat dengan menurunnya tingkat kemiskinan dari 10,19 persen pada September 2020 menjadi 9,54 persen pada Maret 2022, serta tingkat pengangguran menurun dari 7,1 persen pada Agustus 2020 menjadi 5,8 persen pada Februari 2022.
Ditambah, neraca beras Indonesia yang masih mencatatkan surplus, dan pada periode Januari-September 2022 produksi beras diperkirakan mencapai 26,45 juta ton dan konsumsi beras mencapai 22,72 juta ton, sehingga terdapat surplus sebesar 3,73 ton.
"Kemarin kita dapat apresiasi dari International Rice Research Institute (IRRI) untuk swasembada beras," ujarnya.
Untuk ketahanan pangan, Presiden mendorong diversifikasi pangan, intensifikasi pertanian, dan pengembangan bibit-bibit Genetically Modified Organism (GMO).
"Dengan ketahanan pangan yang bagus, maka kita akan bisa konsentrasi di sektor energi pada masa depan,” kata Airlangga dalam Musyawarah Nasional I Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Tahun 2022.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Scaloni Waspadai Pertahanan Tanjung Verde Jelang Duel Babak 32 Besar
-
DFB Dekati Jurgen Klopp Usai Nagelsmann Tinggalkan Timnas Jerman
-
Timnas Indonesia Bidik Gelar AFF Pertama, Sumardji hingga Rayhan Hannan Kompak Tebar Optimisme
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Lebih Berat dari Tuntutan Jaksa, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu Divonis Seumur Hidup
-
Ada Risiko Downgrade IHSG Meski Tekanan Isu MSCI Mulai Reda
-
Pertamina Tepat Belum Turunkan Harga Pertamax
-
Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati