Suara.com - Kenaikan harga BBM tak ayal memicu naiknya harga sejumlah barang lain. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengakui kalau kondisi perekonomian saat ini cukup sulit.
"Kita sekarang menghadapi tantangan yang cukup berat, peningkatan kebutuhan hidup yang terpicu inflasi dan reorientasi daripada subsidi terhadap BBM," kata Sandiaga Uno saat Weekly Press Briefing Kemenparekraf secara virtual, Senin (5/8/2022).
Sandiaga Uno membagikan tiga kunci yang bisa dilakukan untuk menghadapi kenaikan harga BBM. Pertama, kata Sandiaga Uno, fokus untuk kelola biaya belanja dan pengeluaran di cost leader.
"Intinya berhemat," ujar Sandi.
Kedua, lebih memperbanyak keberagaman jenis produk kebutuhan masyarakat juga memperluas jejaring rantai supai barang dari label.
"Intinya perbanyak silaturahim," lanjutnya.
Kunci ketiga, kata Sandiaga Uno yakni dengan menguatkan keuangan dan kelola arus kas dengan bijak. Intinya, bagaimana bisa menunda membeli barang yang belum terlalu dibutuhkan.
"Jika kebutuhan itu tidak terlalu mendesak kita bisa memprioritaskan bagaimana usaha kita terutama di sektor Parekraf agar mereka bisa bertahan," kata Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno juga berpesan kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) agar cermat dalam mengelola keuangan dan pengeluarannya. Penggunaan biaya disarankan hanya digunakan untuk kebutuhan esensial.
Baca Juga: Cara Cek BLT BBM 2022 dari Kemensos, Begini Tahapannya
"Para pelaku parekraf bisa menghitung secara cermat dan meningkatkan efisiensi melalui pengetatan cost. Konsepnya adalah be a cost leader," ujarnya.
Sandi menambahkan kalau pihaknya saat ini sedang menghitung dampak kenaikan harga BBM terhadap industri parekraf. Sebab, kenaikan BBM berpotensi meningkatkan harga bahan pasok produk ekraf.
Ia memprediksi, kenaikan harga BBM akan meningkatkan harga produk ekraf sekitar 10 sampai 20 persen. Sedangkan untuk peningkatan biaya transportasi ke destinasi wisata yang dijangkau melalui jalur darat dan jalur laut, masih dalam tahap penghitungan data.
"Untuk peningkatan biaya transportasi terutama berkaitan dengan destinasi yang dijangkau dengan jalan darat dan laut, sedang kami hitung. Data-data ini akan kami ajukan ke Kemenkeu, seandainya diperlukan bantalan sosial bagi para pelaku parekraf, terutama bagi masyarakat rentan yang pendapatannya di bawah Rp 3 juta per bulan," kata Sandi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
4 Sepatu Kanky yang Versatile, Pilihan Terbaik Buat Jalan Kaki Jauh hingga Daily Run
-
4 Parfum Lokal Aroma Kelapa yang Bikin Ketagihan, Wanginya Lembut dan Tahan Lama
-
Genset 1000 Watt Bisa untuk Apa Saja? Ini 3 Pilihan dan Harganya
-
Wisata Gastronomi Kian Dilirik, Dinilai Bisa Jadi Penggerak Ekosistem Kuliner Indonesia
-
7 Cara agar Pompa Air Tidak Mancing, Cek Penyebab dan Solusinya
-
Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
-
Niat Puasa Tasua 9 Muharram, Ini Jadwal dan Keutamaannya
-
Dapur Baiknya Menghadap ke Mana Menurut Feng Shui? Ketahui agar Selalu Banjir Keberuntungan
-
5 Tips di Pagi Hari yang Datangkan Rezeki dan Hoki Melimpah Menurut Feng Shui
-
5 Shio yang Paling Hoki Hari Ini 24 Juni 2026, Hidup Makin Makmur