Suara.com - Salah satu momen tak terlupakan saat sekolah adalah razia rambut. Biasanya pihak kesiswaan akan berkeliling untuk menjaring para murid lelaki yang memiliki rambut panjang dan berantakan.
Selanjutnya, rambut para murid akan dipotong bersamaan. Beberapa sekolah mengizinkan guru memotong secara acak rambut siswanya, namun ada pula yang mengundang tukang cukur untuk hasil yang lebih rapi.
Namun, situasi berbeda terjadi di sebuah sekolah menengah kejuruan di Singkawang, Kalimantan Barat. Para murid lelaki yang terjaring razia justru dibawa ke salon.
Mereka pun mendapat kesempatan memiliki gaya rambut rapi namun juga kekinian. Momen ini diunggah melalui akun Tiktok smkn2singkawang.
Dalam video yang baru-baru ini viral tersebut, tampak beberapa murid laki-laki berada di salon ditemani guru mereka. Para murid ini mendapatkan perawatan mulai dari keramas hingga potongan rambut yang beragam.
Uniknya, salon yang dikunjungi ini bukan sembarangan. Rambut mereka di potong di salon sekolah.
Salon ini merupakan ruang praktik bagi murid jurusan kecantikan. Otomatis rambut para siswa ini jadi ajang pelatihan bagi anak-anak jurusan tersebut.
"Itu salon milik sekolah. Di sekolah ada jurusan kecantikan, yang gunting anak-anak kecantikan sekalian melatih skill mereka," ungkap perwakilan sekolah di kolom komentar.
Video yang sudah ditonton lebih dari 8 juta kali ini pun berhasil mencuri perhatian warganet. Tak sedikit yang memberikan tanggapan di kolom komentar.
Baca Juga: Puluhan Ponsel Siswa Dihancurkan, Warganet Geram Lihatnya
Seorang warganet menulis, "Respect! Memberdayakan murid-muridnya dengan baik."
Situasi ini juga sempat membuat iri beberapa warganet. Salah satu berkomentar, "Kenapa sekolah gue nggak ada ginian?"
"Kalau sekolah gua dulu ada kayak gini, auto sengaja nggak gunting rambut terus. Kalau kena razia juga nggak apa-apa, lumayan gunting gratis, bukan digunting acak-acakan," tambah seorang warganet.
"Info pindah sekolah," celetuk warganet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga