Suara.com - Makanan ekstrem memang beraneka ragam. Jika sebutannya sudah ekstrem, pasti bagi mata yang melihatnya akan bergidik ngeri.
Contohnya adalah apa yang dilakukan oleh wanita satu ini. Ia membagikan video mukbangnya yang tengah memakan kodok rebus sebanyak 1 kilogram.
Olahan makanan dari kodok memang sudah ada sejak lama. Biasanya makanan yang terbuat dari kodok disajikan dengan cara digoreng, sate, atau dijadikan sup.
Berbeda dari biasanya, pengguna akun TikTok tersakitiiii10 tampak menyajikan 1 kilogram kodok itu hanya dengan direbus dan memakai kuah kecap.
"Ini, guys. Besar banget, guys. Ini kita masak kecap (bumbunya dipisah)," ungkap wanita itu dalam video itu.
Video berdurasi sekitar 2 menit itu juga menunjukkan kodok rebus yang disajikan secara utuh dengan kepalanya. Bahkan, wanita tersebut tak ragu untuk memakan kodok tersebut dengan sekaligus kepalanya.
Sesekali juga ia mencocolkan daging kodok utuh itu ke dalam bumbu kecapnya. Dia terlihat sangat lahap sekali ketika memakannya, sampai-sampai bapak-bapak yang ada di belakang melihatnya dengan ekspresi terheran-heran.
Tentu saja unggahan video seorang wanita makan kodok rebus itu menuai beragam komentar dari warganet. Tak jarang juga warganet yang melontarkan komentar ngeri melihat makanan ekstrem itu.
"Aku yang fobia kodok cuma bisa nangis dipojokan melihat ini," komentar seorang warganet.
Baca Juga: Ulah Emak-Emak Ini Membuat Geram, Warganet: Dikira Jalan Punya Nenek Moyangnya Kali!
"Aku megang aja nggak sanggup, apalagi buat makan," ujar warganet lain.
Ada juga warganet yang mengatakan lebih baik makan nasi garam daripada kodok rebus.
"Lebih baik makan garam campur nasi sih kalau gini," kata warganet tersebut.
"Ini mbaknya masih hidup nggak ya?" tanya salah satu warganet.
Sementara itu, hingga Sabtu (10/9/2022) unggahan video itu telah dilihat sebanyak 9,6 juta penonton.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung