Suara.com - Akhir-akhir ini sosok Keisya Levronka menjadi perhatian publik setelah beberapa kali gagal menyanyikan lagunya saat tampil. Rupanya, alasan Keisya Levronka sering gagal karena trauma yang dialaminya.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, Keisya Levronka mengaku kalau ia tidak pernah ada masalah ketika GR atau latihan bersama pelatih vokalnya. Namun, ketika mencoba menyanyikan lagunya secara live di depan banyak orang, ia langsung merasa gemetar dan takut.
"Aku setiap GR merekam. Dua, tiga kali check sound itu aman. Tapi ketika live itu beda," kata Keisya Levronka di kanal YouTube Denny Sumargo, Jumat (16/9/2022).
Adanya masalah tersebut lantas membuatnya cek ke psikolog. Rupanya penyanyi jebolan Indonesian Idol itu mengalami trauma yang membuatnya takut dengan asumsi orang lain. Apalagi, Keisya Levronka mengaku sering membaca komentar sehingga terbawa oleh alam bawah sadarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Keisya Levronka juga menuturkan, kalau saat ini ia justru takut ketika bertemu dengan orang lain. Padahal ia mengaku, sebelumnya sangat senang jika bertemu dengan banyak orang.
“Sebelumnya aku suka banget sama ketemu orang, aku suka banget ngobrol panjang lebar. Tapi sekarang tiap ketemu orang itu jadi kayak takut gitu loh, takut ‘eh itu tu yang nyanyi enggak nyampe’ di pikiran aku tuh udah kayak gitu, kayak ketemu Keisya dia enggak bisa nyanyi gitu,” sambung Keisya Levronka.
Adanya ketakutan terhadap asumsi orang tersebut yang membuatnya selalu merasa tegang sebelum tampil. Hal tersebut juga yang membuatnya sering gagal ketika tampil terutama jika penontonnya cukup banyak.
Dalam medis sendiri, kondisi yang dialami Keisya Levronka sering dikenal dengan nama fobia sosial atau social anxiety disorder.
Mengutip Hellosehat, social anxiety disorder merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderita takut akan diawasi, dihakimi, atau dipermalukan orang lain. Biasanya, penderita berasumsi jika orang lain akan berpikir buruk tentang dirinya.
Baca Juga: Trauma Jadi Alasan Keisya Levronka Sering Gagal Nyanyikan Lagunya Sendiri
Tidak hanya itu, penderita juga akan memiliki kekhawatiran dirinya tidak akan tampil atau bekerja sesuai harapan orang lain. Hal tersebut yang membuatnya cemas berlebihan sehingga ia akan sulit menghadapi situasi yang ada.
Terdapat beberapa gejala seseorang yang mengalami social anxiety disorder di antaranya sebagai berikut.
- Rasa takut akan dinilai orang lain
- Rasa khawatir mempermalukan diri sendiri di depan orang lain
- Takut berinteraksi dengan orang asing
- Takut orang lain sadar kecemasan yang dialami
- Rasa takut reaksi tubuh seperti malu, pipi merah, muncul keringat berlebih, atau suara yang bergetar
- Berusaha menghindari pembicaraan atau sebagai pusat perhatian.
- Menghabiskan waktu mengevaluasi diri atau mengidentifikasi kekurangan.
- Selalu mengira akan terjadi hal yang buruk pada dirinya saat berada pada situasi sosial.
Penyebab gangguan satu ini juga dari berbagai hal, mulai dari keturunan, struktur otak, serta lingkungan. Sementara untuk mengatasinya, seseorang dapat melakukan psikoterapi, dukungan dari orang lain, hingga konsumsi obat-obatan penghilang rasa cemas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?