Suara.com - Rasanya sudah bukan rahasia lagi jika kimchi menjadi salah satu makanan khas Korea Selatan yang begitu populer.
Tak hanya warga lokal, kimchi sendiri juga memiliki banyak penggemar di berbagai negara termasuk Indonesia.
Bicara soal kimchi, ternyata warga Korea Selatan sedang dibingungkan dengan meroketnya biaya untuk bahan baku utama sajian tersebut yakni kubis.
Perubahan cuaca ekstrem seperti panas, banjir dan hujan ternyata membuat lahan menanam tanaman kubis musnah.
Dihimpun dari laman Hitekno dan Russia Today, panen buruk inilah yang membuat bahan baku mengalami lonjakan harga.
Harga kubis yang digunakan untuk jenis kimchi yang paling umum telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir dan telah melonjak 41% hanya dalam sebulan terakhir menjadi sekitar 3.300 won (35 ribuan rupiah) per kilogram, menurut data dari Korea Agro-Fisheries & Food Trade Corp yang dikelola negara.
Sementara itu, lobak pitih telah melonjak lebih banyak lagi dalam setahun terakhir, sebesar 146%, menjadi lebih dari 2.800 won (sekitar 30 ribuan rupiah).
Melambungnya harga yang terjadi pada orang Korea Selatan kian diperparah oleh inflasi yang tinggi.
Secara historis hal ini terjadi menjelang musim pembuatan kimchi pada bulan November, ketika keluarga biasanya memproduksi persediaan acar sayuran untuk dimakan selama bulan-bulan musim dingin.
Baca Juga: Sinopsis Remember, Film Terbaru Aktor Nam Joo Hyuk!
"Setiap kali saya pergi berbelanja bahan makanan, saya melihat harga sayuran naik," kata penduduk Seoul Hong Seong-jin kepada Arirang News.
Dengan biaya pembuatan bahan pokok ikonik di rumah yang melonjak, konsumen semakin ingin membeli kimchi buatan pabrik.
Namun, pengiriman produk ke supermarket telah turun sekitar setengah dari tingkat normal, dan pasokan telah "benar-benar menghilang" dari toko online, YTN News melaporkan pekan lalu.
Pembuat kimchi utama, termasuk Daesang dan CheilJedang, telah menaikkan harga mereka sebesar 10-11%, dan lebih banyak kenaikan diharapkan. Banyak konsumen bercanda menyebut acar kubis sebagai "geumchi," menunjukkan bahwa harganya mencapai emas.
Restoran telah merespons dengan menjadi lebih pelit dengan kimchi, padahal secara historis makanan ini selalu masuk sebagai paket penjualan makanan dengan banyak dianggap sebagai lauk gratis.
Indeks harga konsumen Korea Selatan melonjak 5,7% dari tahun sebelumnya pada Agustus setelah naik 6,3%, tertinggi 24 tahun, pada Juli.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung