Suara.com - Dengan menurunnya kasus Covid-19 dan berangsurnya aktivitas masyarakat di masa pandemi, minat terhadap perjalanan pariwisata pun ikut meningkat.
Travel Industry Analyst dari Google Indonesia, Vania Anindiar mengatakan, berdasarkan data yang diterima oleh Google, minat pariwisata masyarakat ke dalam maupun luar negeri ditemukan meningkat di 2022 saat ini, bahkan, angkanya juga meningkat dari 2019 lalu.
“Dari data yang kita ambil minat masyarakat Indonesia terhadap pariwisata sudah kembali dan lebih tinggi dari 2019, bahkan angkanya naik hingga 17 persen dari 2019 ke 2022,” ucap Vania dalam siaran pers, Senin (26/9/2022).
Tidak hanya minat masyarakat lokal yang tinggi, masyarakat luar negeri juga banyak yang datang ke Indonesia untuk berlibur. Vania mengatakan, angka ini juga mengalami kenaikan hingga 36 persen jika dibandingkan dengan 2019 lalu.
Terdapat enam negara yang memiliki minat tinggi untuk melakukan perjalanan ke Indonesia, di antaranya Australia, India, Amerika Serikat, Singapura, United Kingdom, dan Prancis.
Sementara untuk minat masyarakat untuk berlibur, sekarang didominasi ke desa wisata. Apalagi, masyarakat kebanyakan berlibur untuk healing atau membuat perasaannya lebih baik. Oleh sebab itu, menurut Vania biasanya masyarakat akan memilih tempat yang belum banyak diketahui orang.
Sejalan dengan data Google, Co-Founder & CMO Tiket.com, Gaery Undarsa mengatakan, pihaknya menemukan kesamaan dari data yang ada. Dikatakan, terdapat lonjakan kenaikan masyarakat untuk wisata di tahun 2022.
Gaery menambahkan, masyarakat saat ini juga lebih menyukai untuk berlibur di lokasi yang tidak jauh dari tempat tinggalnya (staycation). Tidak hanya itu, beberapa juga lebih menyukai wisata yang terdapat tantangan, olahraga, atau menyalurkan hobinya.
“Saya setuju sama data yang disampaikan Vania, itu sama yang kami alami, terutama di 2022. Kebanyakan masyarakat lebih ke staycation terus kerja sambil liburan juga. Atau lebih ke wisata hobi yaitu orang yang ingin melakukan hobinya sambil berlibur, bahkan yang kayak sport activity,” jelas Gaery.
Baca Juga: Puncak Kompe, Wisata Berjuluk Raja Ampat Kampar yang Butuh Bantuan Pemerintah
Berita Terkait
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Pesta Layang-layang Dunia Warnai Pantai Sanur Bali
-
Sensasi Baru Wisata Jakarta: Santap Malam di Atas Bus Sambil Dengar Biola dan Cerita Sejarah
-
Dari Tanggal Gajian hingga Destinasi Dekat, Ini 5 Tren Liburan Wisatawan Asia Tenggara 2026
-
Hari Anak Nasional, InJourney Perkuat Komitmen Lestarikan Warisan Budaya melalui Generasi Muda
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan