Suara.com - Banda Neira sedang menjadi trending topic di Twitter. Ini setelah seorang warganet membagikan potret dan pengalaman menyenangkannya saat berada di Banda Neira, Maluku.
Dalam fotonya, ia menunjukkan landscape Banda Neira yang jauh dari nuansa modern dan tersedia hotel tua. Pemandangan asri dengan aliran sungai pun semakin mengundang rasa penasaran.
Namun, apa sebenarnya Banda Neira itu? Berikut ini fakta menarik keindahan Banda Neira selengkapnya.
Terletak di Timur Indonesia
Siapa sangka Banda Neira atau Banda Naira ini terletak di Timur Indonesia yakni Provinsi Maluku. Meski bukan pulau yang besar, Banda Neira memiliki pesonanya sendiri.
Banyak benteng pertahanan yang didirikan VOC dan Portugis
Banda Neira memiliki sejarah penjajahan. Bangsa Eropa pun mendirikan benteng untuk mempertahankan diri. Benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis adalah Benteng Belgica untuk memantau kedatangan musuh.
Pasca kedatangan VOC, berdiri juga benteng lain seperti Benteng Concordia, Benteng Hollandia, dan Benteng Revengie.
Monumen pembantaian saudagar rempah-rempah
Banda Neira merupakan tempat yang bersejarah. Tempat ini menjadi tempat pembantaian dan perang saudagar rempah-rempah.
Penjajah bangsa Eropa ingin menguasai tempat ini. Mereka juga mengirim rakyat ke Pulau Jawa sebagai budak. Tragedi dan sejarah kelam tersebut pun disimbolkan dengan dibangunnya Monumen Parigi Rante.
Bangsa Eropa pernah menjajah Banda Neira
Banda Neira identik dengan pulau penghasil pala. Hal tersebutlah yang menjadikan bangsa Eropa seperti Spanyol, Portugis, dan Inggris tertarik dan datang untuk berkuasa. Bangsa Belanda pun kemudian datang untuk menguasai tempat ini juga.
Pulau penghasil pala yang jadi daya tarik Eropa
Banda Neira adalah pulau penghasil pala yang terkenal. Banyak yang menganggap pulau ini merupakan satu-satunya pulau penghasil pala di dunia. Pala yang melimpah di pulau ini pun menjadi daya tarik bagi penduduk Eropa.
Berita Terkait
-
5 Fakta Menarik AC Milan vs Chelsea di Champions League, Salah Satunya Rossoneri Belum Pernah Kalahkan The Blues
-
Mengenal Banda Neira, Kota di Timur Indonesia yang Punya Keindahan Alam Memukau
-
Buntut Tragedi Kanjuruhan Irjen Pol Nico Afinta Dicopot Kapolri, Kini Trending Topic di Twitter
-
Usai Videonya Viral, Begini Tanggapan Pamungkas Terkait Aksi Tak Senonoh saat Manggung
-
Bae Suzy Ulang Tahun, Pamer Hadiah yang Didominasi Nuansa Pink
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Cegah Food Waste, Bagaimana Food Cycle Indonesia Ajak Anak Muda Selamatkan Surplus Pangan?
-
5 Moisturizer Murah tapi Bagus untuk Mencerahkan Kulit Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
-
Apakah Ada Bedak SPF yang Murah? Ini 5 Pilihan Terjangkau Mulai Rp20 Ribuan
-
Dari Desa di Pulau Obi, Rumah Belajar Ini Jadi Ruang Bermain, Membaca, dan Menumbuhkan Harapan
-
5 Jenis Hewan yang Layak Dijadikan Kurban, Ini Ciri-cirinya
-
Apakah Istri Selingkuh Wajib Diceraikan? Begini Hukumnya Menurut Islam
-
Promo JSM Alfamart 8-10 Mei 2026: Diskon Deterjen, Skincare, hingga Popok Mulai Rp6 Ribuan
-
Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Hempas Flek Hitam, Bikin Wajah Cerah dan Awet Muda
-
Panduan Memilih Serum Pencerah Wardah Sesuai Masalah Kulit Spesifik, Ini 5 Rekomendasinya
-
Apa Itu Pewarna Merah K10? Bahan yang Bikin Eyeshadow Madame Gie Ditarik BPOM