Suara.com - Sensasi kuliner live cooking, seperti live teppanyaki Jepang tidak hanya menjual rasa makanan tapi juga atraksi dan hiburan. Tapi tidak banyak yang tahu cara menikmati kuliner teppanyaki yang tepat.
Live teppanyaki adalah kegiatan menyajikan makanan langsung di hadapan pengunjung restoran. Atraksi masak juga ditunjukan di atas plat besi, dan langsung dituangkan ke piring pelanggan saat masih hangat.
Pelayan Live Teppanyaki Jepang, Chef Aziz mengungkap cara terbaik menikmati teppanyaki, yaitu dengan cara menikmati secara perlahan.
"Jadi kalau teppanyaki ini kan, panjang waktunya, jadi makannya pelan-pelan saja, jadi nggak keburu kenyang nantinya," ujar Chef Aziz di Maison Tatsuya Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022).
Ia menjelaskan umumnya menyajikan live teppanyaki untuk 2 orang hanya perlu waktu 10 hingga 15 menit, tapi untuk grup lebih dari 5 orang butuh waktu 20 hingga 30 menit.
Apalagi teppanyaki umumnya makanan disajikan dalam beberapa sesi, seperti makanan pembuka dengan sayuran, brokoli, dan tahu.
Sesi kedua, hidangan seafood seperti salmon, udang, hingga cumi. Lalu ada main course berupa daging steak tenderloin yang dipotong jadi beberapa bagian, lalu ada nasi goreng, dan ditutup dengan tumis acar berupa tauge, timun dan wortel.
"Jadi perlu juga tahu jenis saus yang biasa digunakan, umumnya ada 3 jenis saus, untuk sayuran, untuk seafood, dan untuk beef," jelas Aziz.
Sementara itu, Maison Tatsuya Pakubuwono adalah gerai ke-5 dari Tatsuya yang menyajikan live teppanyaki, dan baru saja buka pada 13 Oktober 2022 lalu. Hingga memberikan diskon berupa 30 persen dari harga paket yang ditawarkan.
Baca Juga: Keren! Pengusaha Kuliner Asal Solo Puspo Wardoyo Ekspansi Pasar ke Mesir
Menariknya, restoran ini menawarkan sensasi desain interior dan eksterior rumah Jepang dengan grid kayu berwarna terang. Di dalamnya mampu menampung kapasitas hingga 30 orang.
Untuk kisaran harga tempat ini dibandrol paket menu utama Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu untuk satu orang, terdiri dari set lengkap dari mulai sayuran, daging hingga acar.
Berita Terkait
-
Dari Jalanan ke Meja Makan, Waoreng "Babeh" yang Kini Ramai di Mangga Besar
-
5 Promo Kuliner Lebaran 2026 yang Bikin Hemat, Cocok Buat Kumpul Bareng!
-
Momen Syahdu Festival Ramadan di Masjid Al-Ikhlas: Ketika Hadroh, Bedug, dan Kuliner Bersatu Padu
-
Sambel Belut Gelut, Hidangan Langka yang Jadi Ide Kuliner Ramadan | Serasa
-
Sambel Belut Gelut, Hidangan Langka yang Jadi Ide Kuliner dan Berbuka Puasa
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
11 Kata-Kata Gagal Mudik karena Kerja yang Lucu, Anti Baper buat Pelepas Rindu
-
Dari Aksi Nyata ke Apresiasi: Program Perlindungan Perempuan Ini Raih Pengakuan Nasional
-
Cara Menghilangkan Noda Kuah Opor di Baju Lebaran Putih, Cepat dan Praktis Pakai Bahan Dapur
-
Apa Hukum Menikah dengan Sepupu dari Pihak Ibu dalam Islam?
-
5 Tips Make Up Tahan Lama Seharian meski Keliling Silaturahmi di Cuaca Panas
-
Anti-Mual di Jalan! 6 Makanan yang Wajib Dihindari agar Bebas Mabuk Perjalanan
-
Doa Tahlil dan Tawasul Ziarah Kubur Idulfitri Lengkap dan Mudah Dibaca
-
Apakah Masih Boleh Puasa Jika Sudah Mendengar Suara Takbir? Ini Penjelasannya
-
4 Ucapan Sungkem dari Menantu ke Mertua dalam Bahasa Jawa Agar Terlihat Sopan
-
Ucapan Meminta Maaf Saat Lebaran Pakai Bahasa Jawa: Halus, Sopan, dan Menyentuh Hati