Suara.com - Ketika memasuki usia remaja menuju dewasa, seorang wanita umumnya telah mengalami haid atau menstruasi yang menjadi tanda pubertas.
Menstruasi atau haid terjadi dikarenakan adanya peroses peluruhan dinding rahim yang mengandung banyak pembuluh darah.
Setiap wanita tentu saja memiliki pengalaman haid atau menstruasi dengan jangka waktu yang berbeda-beda.
Ada yang mengalaminya mulai dari 3 sampai 7 hari dalam satu bulan. Tetapi tidak sedikit pula yang mengalaminya lebih dari seminggu.
Dihimpun dari laman Hops.id---Jaringan Suara.com, meskipun menstruasi adalah hal normal, ada beberapa masalah haid yang harus diperhatikan dan pantang untuk diabaikan. Berikut selengkapnya:
1. Mengalami kram perut parah
Jangan abaikan kram yang dialami hingga tidak bisa melakukan aktivitas rutin dan tidak terbantu dengan obat pereda nyeri.
Kram tidak wajar ini adalah tanda lain bahwa ada sesuatu yang tidak beres dan bisa disebabkan oleh penyakit yang lebih serius, seperti fibroid rahim atau endometriosis.
2. Terlambat saat memasuki masa haid
Baca Juga: Tanda Hormon Estrogen Rendah Pada Wanita, Cek Sekarang Juga!
Rata-rata wanita muda bisa mendapatkan menstruasi pertamanya antara usia 8 sampai 15 tahun, tetapi jika belum haid juga setelah pertengahan remaja, mungkin ada sesuatu yang terjadi.
3. Siklus menstruasi tidak teratur
Siklus menstruasi bervariasi antar perempuan, tetapi rata-rata siklus menstruasi biasanya berlangsung 25-30 hari, dengan periode yang berlangsung 3 sampai 7 hari.
Berhati-hatilah dengan kondisi kesehatan lain seperti masalah tiroid karena dapat menyebabkan ketidakaturan periode menstruasi.
4. Belum haid sampai dengan waktu 90 hari
Pada wanita usia 40 atau 50-an, produksi estrogen di ovarium mulai melambat dan menstruasi akan menjadi lebih jarang dan lebih pendek sampai berhenti sama sekali.
Jika itu bukan penyebab masalah menstruasi perempuan yang jauh lebih muda dari usia 50-an tahun, mungkin ini pertanda bahwa mengalami menopause dini.
5. Haid dalam waktu lebih dari seminggu
Terlihat banyak, tapi sebenarnya jumlah rata-rata cairan menstruasi yang dikeluarkan selama haid hanya dua hingga tiga sendok makan.
Penyebab perdarahan yang berkepanjangan saat haid atau menoragia merupakan salah satu masalah yang paling umum namun harus dipastikan itu tidak disebabkan oleh sesuatu yang serius.
Menoragia yang berkepanjangan dapat menyebabkan kehilangan zat besi yang parah dan akhirnya dapat menyebabkan anemia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
Terkini
-
Pernikahan Impian Ala Gen Z: Intimate, Personal, dan Penuh Estetika
-
7 Cokelat Lokal Indonesia yang Bisa Jadi Hadiah Valentine, Tak Kalah dari Produk Impor
-
5 Primer Lokal dengan Blurring Effect Terbaik, Bikin Makeup Makin Flawless
-
30 Ucapan Maaf Menjelang Ramadan untuk Orang Tua yang Mengharukan
-
4 Rekomendasi Vacuum Cleaner Portable Ampuh Sedot Tungau di Kasur
-
Indonesias Horse Racing (IHR): SARGA.CO Buka Musim Baru dengan Jateng Derby 2026
-
Bolehkah Ibu Hamil Ziarah Kubur? Ini Menurut Hukum Islam dan Kacamata Medis
-
10 Rekomendasi Hadiah Valentine Selain Cokelat dan Bunga, Lebih Unik dan Berkesan
-
Mudik Gratis Lebaran 2026 Pemprov Jabar: Kuota Terbatas, Cek Rutenya
-
7 Lipstik yang Tidak Luntur Saat Makan Hidangan Imlek