Suara.com - Timnas Kroasia dijatuhi hukuman meski dinyatakan melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2022 usai menjegal Brasil dengan skor 4-2 lewat drama adu pinalti di Stadion Education City, Ar Rayyan, Qatar, Sabtu (9/12) dini hari WIB.
Kroasia mendapatkan sansi usai tindakan verbal berupa nyanyian para suporter yang berbau xenofobia atau kebencian terhadap orang dari negara lain. Nyanyian para fan itu ditujukan kepada kiper Kanada, Milan Borjan di Piala Dunia 2022. Demikian menurut keterangan FIFA dikutip dari AP.
Tapi, apa sebenarnya xenofobia itu sih?
Seperti dikutip dari Very Well Mind, Xenofobia, atau ketakutan terhadap orang asing, adalah istilah luas yang dapat diterapkan pada ketakutan apa pun terhadap seseorang yang berbeda dari individu. Permusuhan terhadap orang luar sering kali merupakan reaksi terhadap rasa takut.1 Ini biasanya melibatkan keyakinan bahwa ada konflik antara ingroup individu dan outgroup.
Xenofobia sering tumpang tindih dengan bentuk prasangka, termasuk rasisme dan homofobia, tetapi ada perbedaan penting. Jika rasisme, homofobia, dan bentuk diskriminasi lainnya didasarkan pada karakteristik tertentu, xenofobia biasanya berakar pada persepsi bahwa anggota kelompok luar adalah asing bagi komunitas dalam kelompok.
Xenophobia juga dikaitkan dengan tindakan perusakan dan kekerasan berskala besar terhadap sekelompok orang.
Xenophobia tidak diakui sebagai gangguan mental dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5). Namun, beberapa psikolog dan psikiater berpendapat bahwa rasisme dan prasangka ekstrem harus diakui sebagai masalah kesehatan mental.
Beberapa berpendapat, misalnya, bahwa bentuk ekstrim dari prasangka harus dianggap sebagai subtipe gangguan delusi. Penting untuk dicatat bahwa mereka yang mendukung sudut pandang ini juga berpendapat bahwa prasangka hanya menjadi patologis ketika menciptakan gangguan yang signifikan dalam suatu kemampuan seseorang untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Profesional lain berpendapat bahwa mengategorikan xenofobia atau rasisme sebagai penyakit mental akan medikalisasi masalah sosial.
Baca Juga: Rekor Baru, Prancis Jadi Juara Bertahan Pertama yang Lolos ke Semifinal Piala Dunia sejak 1998
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Suara.com Gelar Takjil Gratis on Friday, Hadirkan Suara Kebaikan & Kebersamaan di Bulan Ramadan
-
Sering Jadi Andalan, 4 Menu Sahur Ini Ternyata Bikin Perut Cepat Lapar
-
5 Pilihan Krim Wardah untuk Kulit Kusam, Wajah Jadi Cerah dan Glowing
-
Meniti Karier di Industri Ekowisata: Peluang, Tantangan, dan Masa Depannya
-
Sunscreen Apa yang Tidak Bikin Wajah Abu-Abu? Ini 7 Rekomendasinya Mulai Rp30 Ribu
-
Baju Lebaran Teal Blue Cocok dengan Warna Apa? Ini 5 Rekomendasi Padu Padan yang Elegan
-
Bolehkah Puasa Tapi Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Apakah Sikat Gigi Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Ulama
-
Apa Hukum Minum Obat Penunda Haid agar Bisa Puasa Ramadan Penuh? Ini Kata Ulama
-
12 List Masjid 'Wajib' Buat Para Pencari Takjil Lengkap dengan Tips Ikut War, Simak Panduannya