Suara.com - Semua pasti tahu bahwa seks yang aman baik untuk kesehatan. Tapi ternyata memiliki libido rendah bisa membuat seorang mati muda, kenapa?
Para peneliti dari Universitas Yamagata di Jepang mempelajari lebih dari 20.000 orang – 8.558 pria dan 12.411 perempuan berusia di bawah 40 tahun – selama lebih dari 10 tahun untuk mengeksplorasi hubungan antara dorongan seks dan kematian.
Mereka menyimpulkan bahwa pria dengan libido rendah hampir dua kali (1,82 kali) lebih mungkin meninggal lebih awal, dari berbagai masalah, seperti jantung, kardiovaskular, dan kanker. Demikian seperti dikutip dari Metro.
Tujuh tahun setelah penelitian dimulai, para peneliti memeriksa para peserta. Mereka menemukan bahwa 162 telah meninggal karena kanker, dan menyimpulkan bahwa kematian akibat kanker secara signifikan lebih tinggi di antara laki-laki yang kurang minat seksual.
Ini terjadi bahkan ketika peneliti menyesuaikan usia, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok, konsumsi alkohol, BMI, pendidikan, status perkawinan – bahkan seberapa banyak mereka tertawa, atau tingkat tekanan psikologis mereka.
Jika penelitian ini membuat kamu khawatir tentang seberapa besar kamu menginginkan seks, ada beberapa penyebab umum yang bisa disalahkan.
- Menurut NHS, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi libido kita:
- masalah hubungan
- stres, kecemasan atau depresi
- disfungsi ereksi atau kekeringan vagina
- perubahan tingkat hormon dari kehamilan atau melahirkan
- mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat darah tinggi, antidepresan atau kontrasepsi hormonal
- minum banyak alkohol
Kondisi jangka panjang seperti penyakit jantung, diabetes, tiroid yang kurang aktif atau kanker juga dapat berperan.
Ingat tidak ada dorongan seks yang 'normal', dan banyak orang akan mengalami libido rendah di beberapa titik dalam hidup mereka.
Namun, jika kamu khawatir, kamu dapat berbicara dengan dokter umum kamu. Ada baiknya juga memberi tahu dokter kamu jika menurut kamu obat atau kontrasepsi yang kamu minum memengaruhinya, atau jika gairah seks kamu tidak kembali normal setelah kehamilan.
Baca Juga: Sering Nyeri Otot Pada 3 Area Badan Ini? Bisa Jadi Itu Gejala Kolesterol Tinggi
Kami tidak tahu pasti apa akar penyebab dari hasrat seksual yang rendah, yang dapat membuat sulit untuk menentukan alasannya.
Namun, jangan kehilangan kepercayaan – ada banyak hal yang dapat kamu coba untuk meningkatkan gairah seks kamu.
Dokter umum kamu harus dapat menawarkan konseling hubungan, CBT, obat-obatan untuk membantu disfungsi ereksi atau terapi penggantian hormon (HRT) untuk orang yang mengalami menopause.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
Pilihan
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
Terkini
-
Cara Cek Bansos PKH Lewat HP dengan Mudah dan Terbaru 2026
-
Tutorial Aktivasi Coretax Terbaru 2026: Panduan Lengkap dan Mudah
-
Hari Libur dan Tanggal Merah April 2026, Simak Strategi Cuti Long Weekend
-
5 Hair Cream untuk Menata Rambut Ikal dan Kering akibat Polusi Udara
-
Langkah Mudah Login Coretax DJP Gunakan NPWP 16 Digit dan NIK
-
4 Tempat Wisata Ramah Anak di Solo untuk Mengisi Waktu Libur Panjang
-
Link Pendaftaran Polri 2026 Gratis, Ini Dokumen yang Perlu Kamu Siapkan
-
ASN dan Pegawai Swasta WFA Lebaran Sampai Kapan? Ini Jadwal Resminya
-
Berapa Skor Minimal Agar Lolos UTBK 2026? Ini Acuannya
-
5 Rekomendasi Parfum Pria Isi Ulang, Wangi Tahan Lama Seharian