Suara.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkap ditemukannya mata air di dekat makam anaknya, Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril. Selain membuat haru, tapi banyak yang mempertanyakan bolehkah mata air langsung diminum?
Dalam video yang dibagikan lelaki yang akrab disapa Kang Emil itu memperlihatkan seorang lelaki berbaju biru yang sedang menggali, menemukan aliran air yang cukup deras keluar dari tanah, padahal tidak ada aliran air di dekat lokasi itu.
Ridwan Kamil juga membenarkan jika mata air yang ditemukan itu, akan digunakan untuk keperluan warga dari mulai irigasi atau pengairan lahan hingga air minum warga.
"Di dekat makam ananda Eril. Masya Allah. Alhamdulillah. Begitu rupa cerita-cerita baik yang membersamaimu saat dulu maupun sekarang. (Alfatihah),"
"Insya Allah air ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat sekitar baik irigasi maupun air minum warga," sambung @ridwankamil di unggahan Instagramnya dikutip suara.com, Sabtu (7/1/2022).
Sementara itu mengutip situs Departemen Kesehatan New York, tidak disarankan langsung meminum langsung dari sumber mata air, terlebih jika posisi ditemukan mata air dekat dengan jalan.
Ini karena meski terlihat murni dan bersih tapi sebenarnya tidak, karena bisa jadi ada kotoran hewan atau bahan kimia yang ikut mengalir ke air.
Kebiasaan minum langsung dari mata air sangat tidak disarankan, karena khawatir saat air berkumpul sudah mengandung bakteri, parasit dan virus yang bisa membuat orang jatuh sakit.
Apalagi ada beberapa organisme bakteri yang ditularkan langsung melalui air seperti cryptosporidium, giardia dan E.coli. Bakteri ini bisa menyebabkan mual, muntah, dan diare.
Bahkan mata air yang mengandung bahan kimia juga bisa menyebabkan efek kesehatan jangka panjang, seperti kerusakan ginjal, hati, gangguan sistem saraf hingga cacat lahir.
Inilah sebabnya meski ditemukan mata air, khususnya yang ditemukan di pinggir jalan harus tetap diuji, dipastikan terkontrol kandungannya. Sehingga jika ingin meminumnya, mata air ini harus terkontrol dan teruji, termasuk dipastikan air dipantau secara teratur, desinfeksi, ditambah saluran air seperti pipa harus terawat dan berkualitas baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan