Suara.com - Penyanyi Pradikta Wicaksono alias Dikta alami pelecehan seksual usai manggung di Sarinah, Jakarta, pada Minggu (15/1/2023). Berdasarkan info yang beredar, mantan personil Yovie and Nuno itu alami pelecehan seksual saat turun panggung dengan diduga kelaminnya diremas oleh penonton.
Akibatnya Dikta sampai kesakitan dan berjalan sambil memegang alat keaminnya. Dalam video yang beredar, Dikta terlihat berjalan membungkuk dan menyeringai karena kesakitan setelah meninggalkan panggung.
Pria 37 tahun itu juga sempat menghentikan langkahnya dan berjongkok sambil tetap memegangi alat vital sejenak seolah sedang menahan sakit.
"Ini versi lebih jelas, kasihan banget nj*r, lato-latonya bang Dikta, sampai kesakitan banget gitu. Bar bar banget orang-orang zaman sekarang," kata @Ohohmariobros yang mengunggah video Dikta di Twitter, Minggu (15/1/2023).
Warganet merasa kasihan dengan Dikta yang terlihat sangat kesakitan hingga menyarankannya melaporkan tinddakan pelecahan seksual tersebut ke polisi.
Dikutip dari situs CDC, laki-laki dan anak laki-laki dapat menjadi korban kekerasan seksual, penguntitan, dan kekerasan pasangan intim. Bentuk-bentuk kekerasan ini dapat terjadi pada masa kanak-kanak, remaja, atau dewasa.
Kekerasan pasangan intim berupa kekerasan fisik, kekerasan seksual, penguntitan, agresi psikologis, dan kontrol kesehatan reproduksi atau seksual oleh pasangan intim saat ini atau sebelumnya.
Sementara itu kekerasan seksual ditandai dengan adanya aktivitas seksual tanpa persetujuan korban atau diberikan secara paksa dan atas tekanan.
Jenis pelecehan kekerasan kontak seksual mencakup pemerkosaan (penetrasi korban), dilakukan untuk menembus orang lain, pemaksaan seksual, maupun kontak seksual yang tidak diinginkan seperti yang dialami oleh Dikta.
Baca Juga: Terpopuler: Ferry Irawan Towel Organ Intim Venna Melinda, Alat Vital Dikta Diremas
Menguntit juga bisa jadi pelecehan karena terjadi saat seseorang berulang kali melecehkan atau mengancam orang lain. Sehingga menyebabkan ketakutan atau masalah keamanan.
Jenis kelamin pelaku tergantung pada jenis kekerasan. Menurut NISVS, pelaku pemerkosaan dan kontak seksual yang tidak diinginkan terhadap korban laki-laki kebanyakan dilakukan oleh sesama laki-laki lain. Sedangkan pelaku bentuk kekerasan seksual dan pemaksaan seksual terhadap laki-laki paling banyak dilakukan perempuan.
Terkait penguntitan, hal tersebut bisa dilakukan siapa saja, tanpa melihat gender.Perempuan sebagian besar menjadi pelaku kekerasan pasangan intim terhadap laki-laki.
Berita Terkait
-
Alat Vital Dikta Diduga Diremas Sampai Ngilu: Ini 5 Langkah Obati Nyeri Penis Untuk Pertolongan Pertama!
-
Alat Vital Dikta Diremas Usai Manggung di Sarinah, Ini Pertolongan Pertama Agar Gak Trauma
-
Disebut Trauma Gegara Alat Vitalnya Diremas Penonton, Dikta Janji Bakal Belajar Kungfu Selangkangan Besi
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepeda Lipat 16 Inch, Ringan dan Nyaman untuk Gowes Harian
-
Berapa Tarif Lewat Selat Hormuz? Kebijakan Baru Iran yang Bikin Negara Lain Ketar-ketir
-
5 Rekomendasi Cushion Korea Terbaik untuk Tutup Noda Hitam Tanpa Terlihat Dempul
-
5 Rekomendasi Bodycare Wardah dan Manfaatnya untuk Perawatan Sehari-hari
-
5 Sepatu New Balance Diskon 50 Persen di Sports Station, Gaya Kekinian Hemat Uang
-
Harga Plastik Melonjak, Bisakah Momentum Ini Dorong Gaya Hidup Lebih Ramah Lingkungan?
-
Mending Cushion atau Skin Tint untuk Hasil Natural? Cek Perbedaan dan 6 Rekomendasinya
-
7 Sunscreen untuk Pria Terbaik Anti Whitecast, Wajah Natural Tanpa Belang
-
Kekhawatiran Gula Anak Meningkat, Roti Berbasis Kini Stevia Jadi Pilihan Masyarakat
-
5 Pilihan Gel Moisturizer Wardah untuk Atasi Kusam hingga Breakout