Suara.com - Raden Indrajana Sofiandi (RIS) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap dua anaknya yang dilaporkan mantan istrinya, KEY. Terkini, Raden Indrajana sudah ditahan usai pemeriksaan setelah sebelumnya sempat mangkir.
Merespons penetapan tersangka, Raden Indrajana mengaku bingung karena bukti yang digunakan adalah bukti-bukti lama. Ia bahkan menduga polisi berada di bawah tekanan publik dalam menangani kasusnya karena video-video tersebut sudah viral. Simak profil Raden Indrajana yang kini ditahan karena aniaya anak kandung berikut ini.
Profil Raden Indrajana
Raden Indrajana Sofiandi lahir di Bandung pada 19 April 1969. Ia pernah menjabat Risk, Compliance, and AML CFT Specialist di OVO (PT Visionet International) pada tahun Juli 2018 sampai Juli 2019.
Pria lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran ini tercatat menjadi eksekutif di sejumlah startup besar. Terbaru, Raden Indrajana menjabat sebagai Head Of Compliance, Risk and Legal. Ia memegang jabatan itu sejak Januari 2022 lalu.
Kemudian, Raden Indrajana juga merupakan eks Chief Risk Officer di PT Bank Neo Commerce Tbk dari Juni sampai Oktober 2021 lalu. Ia pernah juga menjabat Head of Bussiness Risk and Compliance at Lazada pada Juli 2019 sampai Juni 2021 lalu.
Selain itu, Raden Indrajana sempat menjabat Director PT MPSI at MoneyGram International dari Agustus 2016 sampai Juni 2018. Lalu ia pernah menjadi Senior Regional Compliance South East Asia di MoneyGram International dan merupakan mantan Senior Vice President Compliance at Commonwealth Bank.
Berawal dari Video Viral
Kasus dugaan KDRT yang menjerat Raden Indrajana ini berawal dari sebuah video viral yang diunggah oleh mantan istrinya, KEY. Video viral itu memperlihatkan seorang laki-laki diduga seorang ayah melakukan pemukulan terhadap anaknya sendiri. Dalam video itu menunjukkan seorang laki-laki dewasa menghajar kepala anak kecil dan menendangnya.
Baca Juga: Venna Melinda Mulai Urus Perceraian Dengan Ferry Irawan, Verrel Bramasta : Sudah Mantap
Di akhir video, anak yang jadi korban juga mengakui bahwa laki-laki paruh baya itu adalah ayahnya sendiri yang diduga Raden Indrajana Sofiandi. Dalam video itu, ada keterangan yang menyebut keluarga dan anaknya sudah melapor pada polisi terkait tindakan kekerasan tersebut.
Ajukan Penangguhan Penahanan
Tim pengacara Raden Indrajana merespons kliennya yang jadi tersanga dugaan kasus KDRT. Pihaknya akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan.
"Pastinya akan mengajukan penangguhan penahanan," kata kuasa hukum Indrajana, Hendri Kurnia pada Senin (23/1/2023).
Hendri mengatakan kliennya itu sudah ditahan sejak Sabtu (21/1/2023) sore setelah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan. Hendri mengatakan penangguhan penahanan dilakukan karena Indrajana masih memiliki tanggung jawab untuk menafkahi anak-anaknya.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Tag
Berita Terkait
-
Venna Melinda Mulai Urus Perceraian Dengan Ferry Irawan, Verrel Bramasta : Sudah Mantap
-
Polisi Kembali Pertemukan Venna Melinda dan Ferry Irawan Pekan Depan Terkait Kasus KDRT
-
Polisi Diminta Jadi Fasilitator Ferry Irawan dan Venna Melinda, Netizen: Siap-siap Kena Prank Season 2
-
Momen Kemesraan Rizky Billar dengan Leslar, Netizen: Mungkin Ini Alesan Lesti Enggan Berpisah
-
Ferry Irawan Ancam Bongkar Kasus Bogor, Athalla Naufal: Gak Peduli!
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
3 Krim Mengandung Calendula untuk Atasi Kemerahan dan Cegah Penuaan, Mulai Rp30 Ribuan
-
10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini
-
Bukan di Depan atau Belakang, Ini Bagian Gerbong Kereta yang Paling 'Aman' Jika Terjadi Kecelakaan
-
Dituding Jadi Penyebab Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Gaji Driver Green SM Hampir Rp10 Juta?
-
4 Parfum untuk Anak Sekolah yang Wangi Tahan Lama dan Murah di Minimarket
-
Prabowo Hadiri Resepsi El Rumi, Bisakah Orang Biasa Undang Presiden ke Pernikahan?
-
Mengenal Istilah Black Cat Energy dalam Dinamika Percintaan Modern, Beda dengan Cuek
-
Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
-
Body Butter atau Body Lotion Dulu? Ini 4 Rekomendasi untuk Kunci Kelembapan
-
Tumpukan Limbah Usai Kampanye: Bagaimana GUDRND Memberi Hidup Baru pada Sampah Kampanye?