Suara.com - Konten kreator Tasya Farasya alami rambut patah pasca dua bulan melahirkan. Namun, Tasya merasa bahwa melahirkan bukan jadi faktor utama rambutnya patah. Terus apa dong?
Sebab, saat melahirkan anak pertamanya, Ayang, Youtuber 3 tahun itu tidak mengalami masalah rambut apa pun.
"Kok bisa? Jujur aku gak tahu. Ini bener-bener abis aku ngelahirin. Padahal waktu Ayang itu abis lahiran, rambut aku bener-bener subur banget. Tapi pas sekarang yang anak cowok ini, rambut aku kaya patah," curhat Tasya, dikutip dari Instagram story pribadinya, Senin (23/1/2023).
Tasya menunjukan sendiri kondisi rambutnya yang patah pada bagian depan dan jadi lebih pendek. Sehingga, ia terlihat seperti baru saja potong poni.
Tak lama setelah melahirkan, Tasya memang sempat mengecat rambutnya jadi merah. Tapi, ia yakin kalau mengecat rambut bukan jadi penyebab rambutnya lebih mudah patah.
"Karena abis di cat rambut aku lembut-lembut aja, gak rontok, mengkilap, tapi patah. Jadi kaya gak kuat gitu," imbuhnya.
Tasya justru menduga kalau rambutnya patah karena sudah lama tidak dipotong. Ditambah lagi, kondisi hormonnya yang memang belum stabil pasca melahirkan. Juga kebiasannya yang sering mengubah gaya rambut.
"Mungkin karena udah lama gak dipotong, di cat juga, hormonal juga, iya gak sih. Kaya akumulasi emosi rambut saya kepada diri saya sendiri gitu," tuturnya.
Rambut patah seperti yang dialami Tasya Farasya sebenarnya berbeda dengan rambut rontok.
Baca Juga: 4 Manfaat Minyak Almond untuk Kesehatan Rambut
Dikutip dari Sehatq, rambut patah merupakan bentuk dari kerusakan rambut, yang dimulai dari rambut rapuh. Banyak faktor yang dapat memicu kondisi itu. Mulai dari bahan-bahan kimia yang ada di produk rambut, styling alias penataan rambut, hingga kebiasaan tertentu dalam mengatur rambut.
Rambut patah biasanya baru disadari saat mengikat rambut ke belakang. Kucir rambut yang terasa tipis dengan bagian yang tidak rata atau volumenya berkurang, menandakan adanya bagian rambut yang patah. Hal itu bisa terjadi pada semua jenis rambut, baik yang lurus, bergelombang, maupun rambut keriting.
Berbagai bentuk kerusakan rambut, termasuk rambut patah bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan begitu saja. Sangat penting untuk merawatnya agar tidak terjadi kerusakan lebih lanjut yang menyebabkan rambut rontok.
Oleh karena itu, mengetahui penyebab patah rambut yang dialami menjadi satu langkah utama guna mendapatkan perawatan yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- Resmi Gabung Persib, Bojan Hodak Ungkap Jadwal Latihan Kurzawa dan Kedatangan Markx
Pilihan
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
-
IHSG Anjlok Hampir 8 Persen Gegara MSCI, BEI: Kita Melakukan Segala Effort
Terkini
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Alternatif Veja, Murah Mulai Rp100 Ribuan
-
4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
-
5 Rekomendasi Tinted Moisturizer untuk Samarkan Kerutan Lansia, Mulai Rp50 Ribuan
-
Bibir Tebal Cocok Pakai Lipstik Apa? Cek 5 Pilihan yang Layak Dicoba, Mulai Rp23 Ribuan
-
5 Rekomendasi Skincare untuk Menghilangkan Milia di Usia 30 Tahun
-
5 Rekomendasi Warna Lipstik MAC yang Paling Populer dan Ikonik
-
5 Cushion Terbaik untuk Kulit Sensitif Usia 45 Tahun ke Atas
-
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
-
Bayar Fidyah Puasa 1 Hari Berapa Rupiah dan Kg Beras? Begini Ketentuan yang Benar
-
5 Rekomendasi Moisturizer Jepang, Formula Negeri Sakura Hempas Flek Hitam